Motivasi Pemuda dalam Budidaya Tanaman Hortikultura di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul
DEWI AZIZAH NUR BAITI MURIA, Prof.Dr.Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si; Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed; Mesalia Kriska, S.P., M.Sc
2018 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANSektor pertanian merupakan sektor utama dalam pembangunan Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia bekerja sebagai petani. Sumberdaya manusia menjadi faktor penting dalam pembangunan pertanian. Salah satu unsur sumberdaya manusia adalah pemuda. Akan tetapi, jarangnya pemuda yang terlibat aktif dalam kegiatan pertanian mengancam pembangunan pertanian dan keberlanjutan pertanian, sehingga dibutuhkan komoditas komersil, salah satunya adalah tanaman hortikultura untuk meningkatkan motivasi pemuda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui : 1) Motivasi pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul, 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif analitis dengan teknik survey. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling) di empat desa yang ada di Kecamatan Playen, yaitu Desa Ngunut, Desa Playen, Desa Plembutan dan Desa Bleberan dengan total responden sebanyak 60 orang. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji proporsi dan analisis regresi linear berganda dengan metode Backward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda memiliki motivasi tinggi dalam budidaya tanaman hortikultura di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Artinya pemuda di Kecamatan Playen ingin melakukan budidaya tanaman hortikultura. Keuntungan relatif, interaksi antar pemuda dan keberanian mengambil resiko berpengaruh positif terhadap motivasi. Semakin tinggi keuntungan budidaya tanaman hortikultura, maka semakin tinggi pula motivasi pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura. Semakin intens interaksi antar pemuda, maka semakin tinggi pula motivasi pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura dan semakin tinggi tingkat keberanian pemuda dalam mengambil resiko, maka semakin tinggi pula motivasi pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura. Umur, pendidikan, luas lahan garapan, sifat kosmopolit pemuda dan intensitas mengikuti penyuluhan tidak berpengaruh nyata terhadap motivasi.
The agricultural sector is one of the focus priority of development in Indonesia because most of the population is still engaged in farming. Human resources is a significant factor in agriculture development. One of the elements of human resources is youth. But, rarely number of young people involved in agriculture activities threatens agricultural development and agricultural sustainability. So that, commercial commodities are needed, one of which is horticulture crops to increase youth motivation. This research was conducted with the objective of knowing : 1) Motivation of youth in horticultural farming in Playen Sub-District Gunungkidul Regency, 2) Factors that has influenced youth to motivate on horticultural farming in Playen Sub-District Gunungkidul Regency. The basic method used in this research is analytical descriptive method with survey technique. Sampling method of this study used simple random sampling in four areas in the Ngunut village, Playen village, Plembutan village and Bleberan village. The total respondents were 60 youth. The analysis method used is the proportion test and multiple linear regression analysis with Backward method. The result showed that most youth has a high motivation on horticultural farming in Playen Sub-District Gunungkidul Regency. Its mean that the youth motivation on horticultural farming in Playen Sub-District was categorized want to horticultural farming. The relative advantages, interactions among youth and courage to take a risk positively affects motivation. Higher the horticultural farming's advantage higher the youth motivation on horticultural farming. Higher interactions among youth higher the youth motivation on horticultural farming and higher courage to take a risk higher the youth motivation on horticultural farming. Age, education, land area, youth cosmopolitan level and intensity following of extension have no significant effect on motivation.
Kata Kunci : pemuda, motivasi, budidaya tanaman hortikultura