Laporkan Masalah

GANGGUAN REPRODUKSI PADA SAPI PERAH BETINA DI BALAI PENGEMBANGAN BIBIT PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN (BPBPTDK) NGIPIKSARI YOGYAKARTA PERIODE 2015 SAMPAI DENGAN 2017

AIDINA FITRI, Dr. Drh. Surya Agus Prihatno, MP

2018 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Gangguan reproduksi adalah satu penyebab terjadinya penurunan angka produksi pada sapi perah. Jika tidak cepat ditangani, masalah ini akan menyebabkan kerugian ekonomi yang masif bagi peternak. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui gangguan reproduksi pada sapi perah betina di Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPBPTDK) Ngipiksari Yogyakarta, serta cara pencegahan dan penanganannya. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan petugas medis saat praktek kerja lapangan di BPBPTDK tanggal 19 Februari sampai 03 Maret 2018. Gangguan reproduksi yang umum dijumpai pada sapi perah diantaranya distokia, retensi plasenta, abortus. Gangguan tersebut jarang ditemui di peternakan karena segala aspek mengenai kesehatan sapi sangat diperhatikan. Pencegahan penyakit dilakukan dengan memberikan kebutuhan nutrisi yang cukup. Pengobatan yang dilakukan pasca partus diberikan vermiprazol 40ml, oxyral 20ml, vitol 10ml.

Reproductive disorder is one the causes of the reduction in the production rate of dairy cattle. This problem will lead to the massive economic losses for farmes, if it is not quickly addressed. The purposes of this thesis are to know the reproductive disorder of female dairy cattle at Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak Dan Diagnostik Kehewanan (BPBPTDK) Ngipiksari Yogyakarta, and how to prevent and handle it. The data were collected by doing the field observation and interviewing with the medical officers while having practicum at BPBPTDK from 19 February to 3 march 2018. The reproductive disorders that were commonly found in the dairy cattle are distokia, retentio placenta, abortus. It was rarely encountered in the farms because of all the aspects related to cows’ health were well noticed. Disease preventation can be done by providing the adequate nutritional needs. The treatments were conducted after parturition is by giving vermiprazol 40ml, oxyral 20ml, vitol 10ml.

Kata Kunci : sapi perah, gangguan reproduksi, distokia, retensi plasenta, abortus/dairy cattle, reproductive disorders, distokia, retentio placenta, abortion.

  1. D3-2018-384514-abstract.pdf  
  2. D3-2018-384514-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-384514-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-384514-title.pdf