Analisis Kelembagaan Pengelolaan Obyek Wisata Punthuk Ngepoh
YUNITA NUGRAINI H, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.
2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan rakyat yang berada di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo merupakan hutan rakyat dikelola untuk dijadikan kawasan ekowisata yang bernama Obyek Wisata Punthuk Ngepoh. Letak obyek wisata yang berada di hutan rakyat membuat masyarakat menjadi pengelola utama wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelembagaan dan mengidentifikasi stakeholder serta perannya dalam pengelolaan Obyek Wisata Punthuk Ngepoh. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan stakeholder. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Purposive sampling adalah penentuan sampel mempertimbangkan kriteria sesuai dengan tujuan penelitian. Snowball sampling adalah penentuan sampel yang akan terus bertambah sesuai rekomendasi informan utama berdasarkan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan memahami data-data yang berkaitan dengan data monografi desa dan arsip-arsip lembaga pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pengelola Obyek Wisata Punthuk Ngepoh adalah Pokdarwis Arum Jaya yang memiliki karakteristik kelembagaan berupa: a) Legalitas kelembagaan lengkap berupa SK Desa Banjararum dan SK Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo; b) Struktur organisasi yang dilengkapi dengan job description yang jelas; c) Peraturan internal berupa AD/ART d) Pemimpin yang demokratis; e) Program kerja yang disepakati berdasarkan rapat anggota; f) Mekanisme resolusi konflik yang telah disepakati anggota. Stakeholder dan perannya dalam pengelolaan Obyek Wisata Punthuk Ngepoh adalah Pokdarwis Arum Jaya sebagai pengelola utama, Pemerintah Desa Banjararum sebagai pembina dan fasilitator, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo sebagai pembina, regulator, dan fasilitator, pemuda Desa Banjararum sebagai penggerak dan inovator perintisan wisata, Sekolah Vokasi UGM sebagai pendamping pengembangan wisata berupa bantuan dana untuk pengembangan fasilitas wisata, Kepala Dukuh Brajan sebagai penasehat, pengunjung wisata sebagai media promosi wisata, dan pemilik lahan sebagai penyedia lahan untuk wisata.
Indigenous forest that is managed by local people in Banjararum Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency is called ecotourism of Punthuk Ngepoh. The ecotourism is mainly managed by local people because it is located in indigenous forest. The purpose of this research is to identify the function and participation of institution and stakeholder for the management of Punthuk Ngepoh ecotourism. Primary data was collected qualitatively applying deep interview with stakeholders. Sampling technique was based on purposive sampling and snowball sampling. Purposive sampling is a sampling technique considering certain criteria according to the purpose of the research. Snowball sampling is a sampling technique that the number of samples will increase following the major informant recommendation based on certain criteria in the research purposes. Secondary data acquisition was collected from village monography and data of tourism management. The result of the research showed that the institution management of Punthuk Ngepoh Ecotourism is Pokdarwis Arum Jaya which have institutional characteristic such as: a) Legality of complete institution in the form of SK government of Banjararum Village and SK the Agency of Tourism of Kulon Progo Regency; b) Organizational structure with clear job description; c) Internal regulations in the form of AD / ART d) Democratic leaders; e) Work programs agreed upon by member meetings; f) Conflict resolution mechanisms agreed upon by members. Pokdarwis Arum Jaya was the main stakeholder that handled the management of Punthuk Ngepoh tourism site, while the government of Banjararum Village was the elder and facilitator, the Agency of Tourism of Kulon Progo Regency was as the elder, regulator, and facilitator, the youth people of Banjararum Village was as innovator and pioneer, Diploma of Gadjah Mada University was as companion for donation aid to develop tourism facility, the Head of sub-village of Brajan as advisor and supervisor, tourist as tourism promotion media, and the owner of the land as land provider for tourism.
Kata Kunci : Analisis kelembagaan, hutan rakyat, ekowisata, pokdarwis, stakeholder