STRATEGI KOPING RASA BERSALAH PADA GAY (Studi Kasus pada Komunitas Cheerleader di Yogyakarta)
BERTHA ANINDYA SARI, Koentjoro, Prof. Drs., MBSc., Ph.D., Psikolog
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIDewasa ini kaum homoseksual, khususnya gay semakin berkembang di Indonesia. Keberadaan kaum homoseksual belum banyak diterima karena di heteronormativitas yang berlaku dalam masyarakat. Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi norma, budaya, dan agama. Berbicara mengenai seksualitas tak lepas dari konteks agama dan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan tentang homoseksual. Dilatarbelakangi ajaran agama yang dianut, kaum gay dapat memiliki rasa bersalah karena telah melanggar ajaran agama yang dianutnya. Keeksistensian kaum gay di Indonesia dengan adanya rasa bersalah inilah yang menyebabkan peneliti ingin mengetahui dan memahami bagaimana kaum gay mengatasi rasa bersalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk memahami dinamika seorang gay dalam melakukan strategi koping untuk mengatasi rasa bersalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data penelitian terdiri dari tiga partisipan yang merupaka laki-laki gay yang tegabung dalam komunitas cheerleader di Yogyakarta dan enam informan tahu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga responden memiliki rasa bersalah, dan mampu mengatasi rasa bersalah tersebut karena mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekat, serta memiliki strategi koping yang efektif. Selain itu ketiganya mampu memaknai kehidupan sebagai seorang gay yang dialami, sehingga kaum gay dapat menjalani kehidupan sehari-hari. Kata kunci: strategi koping, homoseksual, gay, dukungan, rasa bersalah
Nowadays homosexuals, especially gays are found in Indonesia. The existence of homosexuals has not been widely accepted because of the prevailing heteronativity in society. Indonesia is a country that upholds norms, culture, and religion. Talking about sexuality can not be separated from the religious context, and there is no religion teaches homosexuals. Based on the beliefs of religion, gay people can have a sense of guilt for violating their religious teaching. The existence of gays in Indonesia with the guilty feeling is what causes researchers to know and understand how gays deal with it. The aimed of this study is to understand the dynamics of gay people in coping strategies to cope with the guilty feeling. This research was conducted in a qualitative approach through a case study method. Sources of data consisted of three gay men who are a cheerleader in Yogyakarta and six significant others. The results of this study showed that the all respondents have a guilty feeling, and able to cope with the guilt because it gets support from the nearest environment, and has an effective coping strategy. In addition, all respondents were able to interpret life as a gay experienced, so that gays can live everyday life. Keywords: coping strategy, homosexual, gay, support, guilty feeling
Kata Kunci : strategi koping, homoseksual, gay, dukungan, rasa bersalah, coping strategy, homosexual, gay, support, guilty feeling