Keluarga Pelaku Klithih
WIRDATUL ANISA, Diana Setiyawati, S.Psi., M.HSc., Ph.D., Psikolog
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIDi Yogyakarta, banyak remaja yang terlibat dalam kasus klithih hingga menyebabkan luka serius atau kematian pada korbannya. Keluarga dianggap sebagai prediktor kuat atas munculnya perilaku agresi dan memiliki peranan penting dalam program intervensi yang akan diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika keluarga dan faktor risiko keluarga pelaku klithih di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus jamak. Subjek penelitian ini adalah tiga keluarga pelaku klithih. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik dengan software N-Vivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku klithih berasal dari keluarga yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Ketidakberfungsian keluarga memengaruhi kepribadian dan mengembangkan perilaku agresi pada pelaku klithih. Selain itu, terdapat faktor lain yang dapat menguatkan risiko munculnya perilaku klithih, seperti faktor kondisi prenatal dan lingkungan, serta penggunaan alkohol. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam memberikan intervensi berbasis keluarga pada kasus klithih, baik untuk pencegahan maupun penanganan pelakunya.
In Yogyakarta, aggressive behavior which named klithih cause serious injuries or death among the victims. The family condition considered as a strong predictor of aggressive behavior and plays an important role in the intervention program. This study aimed to get depth understanding of the family dynamic and family risk factors of the klithih offenders in Yogyakarta. This study design used multiple case study in qualitative method. The subject of study were three families of klithih offenders. Data analysis used thematic analysis technique by N-Vivo 12 for Windows software. The results showed that klithih offenders come from dysfunctional families. A dysfunctional family influence the personality and development of aggressive behavior in klithih offenders. In addition, there are other factors which will strengthen the risk of the emergence of klithih behavior, as prenatal events, the environment factors, and alcohol use. The results of this study can be used to develop a family-based intervention to response and prevent klithih incidence.
Kata Kunci : Keberfungsian keluarga, faktor risiko, perilaku agresi, klithih / Functional family, risk factor, aggressive behavior, klithih