PENGARUH EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum) TERHADAP ADHESI Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027 PADA SEL EPITEL MUKOSA BUKAL IN VITRO
IRMA PRASETY AYU NUGRAHENI, Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes.; drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIKulit bawang merah (Allium cepa var ascalonicum) merupakan limbah yang ternyata memiliki kandungan kimiawi dengan potensi antiadhesi. Penghambatan adhesi bakteri mencegah terjadinya infeksi. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri penyebab infeksi yang mempunyai reservoir pada sel epitel rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit bawang merah terhadap adhesi P. aeruginosa ATCC 9027 pada sel epitel mukosa bukal secara in vitro. Pengujian MIC dilakukan sehingga didapatkan konsentrasi MIC 10%. Sebanyak 2 kelompok digunakan pada penelitian ini, yaitu kelompok perlakuan yang terdiri dari ekstrak kulit bawang merah konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% serta kelompok kontrol dengan akuades. Suspensi sel bukal dan suspensi bakteri P. aeruginosa ATCC 9027 ditambahkan ke dalam masing-masing kelompok kemudian diinkubasi dalam shaking waterbath selama 2 jam 37 derajat C. Pengamatan sel bakteri yang menempel pada tiap sel bukal dilakukan di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 1000x setelah preparat terwarnai pengecatan Gram. Hasil dianalisis menggunakan uji Welch's ANOVA dan uji Games-Howell. Indeks adhesi terendah (14,87 bakteri/sel bukal) terdapat pada kelompok ekstrak kulit bawang merah konsentrasi 10%, sedangkan pada konsentrasi 5% sebesar 22,86 bakteri/sel bukal dan konsentrasi 2,5% sebesar 65,60 bakteri/sel bukal. Indeks adhesi tertinggi (74,42 bakteri/sel bukal) terdapat pada kelompok kontrol. Hasil uji Welch's ANOVA dan Games-Howell menunjukkan terdapat perbedaan indeks adhesi antar kelompok yang signifikan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kulit bawang merah mampu menghambat adhesi P. aeruginosa pada sel epitel mukosa bukal dan kemampuannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak kulit bawang merah.
Red onion skin (Allium cepa var ascalonicum) is a daily waste that has chemical content with antiadhesion potential. Bacterial adhesion prevention may prevent bacterial infection. Pseudomonas aeruginosa is an infection-inducing bacteria that has reservoir in oral cavity epithelial cells. The objective of this research was to know the effect of red onion skin extract to P. aeruginosa ATCC 9027 adhesion on human buccal ephitelial cells in vitro. An MIC test was conducted with a result of 10% concentration value. Two groups were used in this research, treatment groups consist of red onion skin extracts with 2,5%, 5%, 10% concentrations and control group with aquadest. Buccal cells and P..aeruginosa ATCC 9027 suspensions were added to each group and incubated in a shaking waterbath 2h 37 degree celcius. After staining using Gram stain, specimens were observed by counting the number of bacteria that adhered onto each buccal cell under a light microscope 1000x magnification. The result was then analyzed with Welch's ANOVA and Games-Howell test. The lowest adhesion index (14.87 bacteria/buccal cell) was found on the 10% concentration extract while 5% concentration had 22.86 bacteria/buccal cell and 2.5% concentration had 63.60 bacteria/buccal cell. The highest adhesion index (74.42 bacteria/buccal cell) was found on control group. Welch's ANOVA and Games-Howell test showed significant difference between each group's adhesion index. The result of this research indicates that red onion skin extract has the ability to prevent P. aeruginosa adhesion on buccal epithelial cells with the ability increased along with the increase of the extract concentration.
Kata Kunci : Kulit bawang merah, Allium cepa var ascalonicum, Pseudomonas aeruginosa, Sel epitel mukosa bukal, Adhesi