PERENCANAAN INTERPRETASI ALAM GUNA MENDUKUNG PROGRAM WANAWISATA BUDAYA MATARAM DI RESORT PENGELOLAAN HUTAN (RPH) MANGUNAN, BANTUL D.I.YOGYAKARTA
GINANJAR SARAS A, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P. ; Dr. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANINTISARI RPH Mangunan merupakan kawasan hutan lindung yang sebagian kecil area digunakan untuk pemanfaatan jasa lingkungan berupa wisata alam dengan luasan 29,4 Ha. Wanawisata Budaya Mataram merupakan sebuah program pengembangan wisata alam atau wisata hutan yang digagas oleh KPH Yogyakarta dengan memasukkan unsur seni, budaya, dan sejarah jawa mataram serta memadukan unsur lingkungan kaitannya dengan kawasan hutan lindung. Selain pemanfaatan potensi yang belum optimal, terdapat permasalahan lain berupa ancaman kerusakan, dan ketimpangan jumlah kunjungan pada beberapa objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi objek interpretasi dan menyusun program interpretasi untuk menciptakan pariwisata terpadu guna mendukung Program Wanawisata Budaya Mataram di RPH Mangunan. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Data yang dikumpulkan mencakup data potensi sumberdaya alam dan budaya, masyarakat dan pengelola objek wisata RPH Mangunan. Penelitian ini terbagi menjadi 5 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, tahap sintesis dan tahap perencanaan interpretasi. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Terdapat 10 objek wisata yang tergabung dalam Koperasi Notowono yang akan dikembangkan dalam program Wanawisata Budaya Mataram dan memiliki potensi yang beragam baik potensi biologi maupun fisik. Ke 10 objek wisata ini adalah Pinus Sari, Bengkung, Seribu Batu Songgo Langit, Bukit Mojo, Bukit Panguk, Pinus Pengger, Puncak Becici, Bukit Lintang Sewu, Pintoe Langit Dahromo, dan Pinus Asri. Terdapat 3 tema besar berdasarkan potensi yang ada dan dapat dikembangkan ke dalam masing-masing objek wisata, yaitu tema alam, tema seni budaya, dan tema sejarah. Perencanaan interpretasi dalam penelitian ini lebih mengarah pada pembuatan jalur interpretasi dan fasilitas atau bangunan interpretasi untuk mendukung kegiatan interpretasi. Perencanaan jalur interpretasi memanfaatkan jalur yang sudah ada dan membuat jalur baru berdasarkan potensi yang ada. Pembuatan program produk pariwisata terpadu untuk menciptakan integrasi antar objek dan juga meningkatkan kerjasama.
ABSTRACT RPH Mangunan is a protected forest area with a small portion of the area used for the utilization of environmental services in the form of natural tourism with an area of 29.4 Ha. Wanawisata Budaya Mataram is a program of development of nature tourism or forest tourism initiated by KPH Yogyakarta by incorporating elements of art, culture, and history of Javanese mataram and combine environmental elements in relation to protected forest areas. In addition to the potential utilization that has not been optimal, there are other problems such as the threat of damage, and the inequality of the number of visits on some tourist attraction. The purpose of this research is to identify the potential of interpretation object and to develop the interpretation program to create integrated tourism to support the Wanawisata Budaya Mataram Program in RPH Mangunan. The research was done by observation method and in-depth interview. The data collected includes data on the potential of natural resources and culture, community and managers of RPH Mangunan tourism object. This research is divided into 5 stages, namely preparation phase, data collection phase, data analysis phase, synthesis stage and planning phase of interpretation. The data collected in the form of primary data and secondary data. There are 10 tourist objects incorporated in Notowono Cooperative which will be developed in the program Wanawisata Budaya Mataram and has a diverse potential both biological and physical potential. The attractions are Pinus Sari, Bengkung, Seribu Batu Songgo Langit, Bukit Mojo, Bukit Panguk, Pinus Pengger, Puncak Becici, Bukit Lintang Sewu, Pintoe Langit Dahromo, and Pinus Asri. There are 3 major themes based on the existing potential and can be developed into each tourist attraction, namely the theme of nature, the theme of art and culture, and historical themes. Interpretation planning in this research is more aimed at making interpretation path and facility or building of interpretation to support interpretation activity. Interpretation path planning takes advantage of existing pathways and creates new pathways based on existing potential. The creation of an integrated tourism product program to create integration between objects and also enhance cooperation.
Kata Kunci : Wisata Alam, Wanawisata Budaya Mataram, RPH Mangunan, Perencanaan Interpretasi