Laporkan Masalah

Redesain Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul sebagai Sarana Edukasi yang Atraktif dan Rekreatif

HAWWIN EL AJRINA, Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan minat baca di negara-negara lain. Begitu pula minat baca di Kabupaten Bantul. Alasan rendahnya minat baca ini antara lain disebabkan oleh belum maksimalnya fasilitas dan koleksi perpustakaan, serta ketergantungan masyarakat akan gawai. Selain itu perpustakaan di mata masyarakat masih menjadi sesuatu yang serius, kaku, sunyi, dan membosankan. Kondisi Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul saat ini kurang menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Desain eksteriornya menjemukan dengan fasad kotak-kotak yang monoton dan berbentuk seperti kantor pada umumnya. Interiornya terasa sempit dan kurang tertata dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan redesain Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul yang lebih atraktif dan rekreatif agar dapat menambah minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan. Konteks tapak Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul yang berada di pusat kota dan mengalami perluasan ke arah hutan kota Kabupaten Bantul merupakan suatu peluang untuk membuat perpustakaan lebih atraktif dan rekreatif tetapi tetap edukatif. Selain dengan membuat desain massa yang unik untuk menarik perhatian masyarakat dalam sekali pandang serta interior yang nyaman sesuai dengan usia pengguna, pada tapak hutan kota dibuat taman baca semi terbuka yang terhubung ke forest skywalk untuk edukasi lingkungan. Pembangunan pada tapak hutan kota didesain mengikuti keberadaan pohon sehingga tidak mengganggu kelestarian makhluk hidup di dalam hutan. Dengan konsep ini diharapkan Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul akan menambah minat masyarakat untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pendidikan lingkungan.

Indonesian reading interest is low compared to reading interest in other countries. Generally, the same condition is happen in Bantul regency. The reason for the low interest in reading is due to the lack of facilities and library collections, and the dependence of the society on their gadgets. In addition, library in the eyes of society is like something serious, rigid, silent, and boring. The condition of the Public Library of Bantul Regency is currently less attractive so people are not interesting to visit the library. The exterior design is boring with a monotonous facade and shaped like an office in general. The interior feels cramped and not organized properly. Therefore it is necessary to redesign Bantul Regency Public Library with more attractive and recreative concept in order to increase public interest to visit the library. Site of Public Library of Bantul Regency located in downtown and experiencing extension to the urban forest of Bantul Regency. It is an opportunity to make library more attractive and recreative but still educative. Besides to create a unique mass design to attract the attention of people in a single look and make a comfortable interior in accordance with the age of the user, in the site of urban forest we make a semi-outdoor reading room connected to the forest skywalk for environmental education. Buildings on the urban forest site are designed to follow the existence of trees so they will not interupt the preservation of living things in the forest. With this concept, we hope that Bantul District Public Library will increase public reading interest and library visit, while increasing awareness of environmental education.

Kata Kunci : Perpustakaan umum, hutan kota, atraktif, rekreatif/Public library, urban forest, attractive, recreative

  1. S1-2018-366873-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366873-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366873-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366873-title.pdf