Laporkan Masalah

Sinar Pembaharuan di Bagian Utara Jawa: Sejarah Muhammadiyah di Pulau Bawean 1960an-1996

AZALIA ROHMI, Dr. Agus Suwignyo, M. A.

2018 | Skripsi | S1 SEJARAH

Penelitian ini membahas proses pendirian dan perkembangan awal Muhammadiyah di Pulau Bawean dalam kurun 1960an-1996. Penelitian ini didasari dengan alasan masih sangat sedikitnya kajian mengenai Pulau Bawean, terutama dari segi sejarah. Penulis memilih Muhammadiyah sebagai objek penelitian karena organisasi ini menjadi komunitas minoritas di tengah penduduk Pulau Bawean. Sedangkan, penduduk Pulau Bawean dianggap lebih berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dan juga sebagai komunitas mayoritas di Pulau Bawean. Pulau Bawean memiliki hubungan yang kental dengan Islam. Hal tersebut terlihat dari kehidupan sehari-hari penduduk serta kebiasaan mereka yang hampir seluruhnya berlandaskan Islam. Kultur Islam yang biasa diterapkan di Pulau Bawean serupa dengan paham Nahdlatul Ulama. Kedatangan Muhammadiyah ke tengah masyarakat Pulau Bawean memunculkan dinamika tersendiri yang menarik untuk diteliti. Proses perkembangan Muhammadiyah serta respon masyarakat Pulau Bawean menjadi fokus penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Sumber primer yang digunakan merupakan arsip-arsip foto yang berasal dari KITLV, dokumen pribadi para tokoh Muhammadiyah, dan juga dokumentasi pribadi penulis. Sumber lain yang tidak kalah penting berasal dari hasil wawancara dengan para pelaku dan saksi sejarah. Sumber internet menjadi sumber tambahan untuk penelitian ini sekaligus menjadi pembanding hasil wawancara.

This research discusses the process of formation and early development of Muhammadiyah in Bawean Island in the period 1960’s-1996. Due to a few of research discussing about historical of Bawean Island, the researcher choose Muhammadiyah as the research object. Furthermore, it also became a minority community in the middle of Bawean Island population. Meanwhile, the population of Bawean Island is considered more affiliated with Nahdlatul Ulama and they also became the majority of the community in Bawean Island. Bawean Island has a strong relationship with Islam. It is seen from the daily life of the population and their habits that are almost entirely based on Islam. The islamic culture commonly used in Bawean Island is similar to Nahdlatul Ulama ideologies. The arrival of Muhammadiyah to Bawean Island society brought its own interesting dynamics to be studied. The process of Muhammadiyah development as well as community response of Bawean Island became the focus of this research. The method used in this research was historical method. The primary sources used were photo archives from KITLV, personal documents of Muhammadiyah figures, as well as personal documentation of the researcher. Another important source came from interviews with principals and witnesses of history. Internet sources became an additional source for this research as well as a comparison of interviews.

Kata Kunci : Bawean, Islam, Muhammadiyah

  1. S1-2018-312547-abstract.pdf  
  2. S1-2018-312547-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-312547-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-312547-title.pdf