Laporkan Masalah

EVALUASI PELATIHAN TANGGAP BENCANA TERHADAP REAKSI DAN PENGETAHUAN KADER TANGGAP BENCANA DI DESA KEMADANG, KECAMATAN TANJUNGSARI, GUNUNGKIDUL

UMI RAHAYU, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D; Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep.; dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K)

2018 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan akan ancaman bencana. Kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas adalah usaha untuk mengurangi dampak bencana. Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) merupakan salah satu bentuk peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam kesiapsiagaan mengahadapi bencana. Namun, pelatihan kesiapsiagaan yang didapatkan oleh anggota FPRB masih tergolong kurang. Selain itu pelatihan yang diberikan juga tidak diikuti oleh evaluasi lebih lanjut sehingga tidak diketahui keefektifan pelatihan yang diberikan. Tujuan: Untuk mengetahui reaksi dan perubahan rerata tingkat pengetahuan Kader Tanggap Bencana sebelum dan setelah pelatihan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment dan rancangan one group pre-post test design. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2018 kepada 17 Kader Tanggap Bencana di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan kuesioner reaksi menurut Kirkpatrick yang dimodifikasi dan kuesioner pengetahuan menurut LIPI yang dimodifikasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Paired sampel T-Test. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan responden sebelum pelatihan berada pada kategori tinggi (Mean ± SD = 21,94 ± 7,54) dan setelah pelatihan juga berada pada kategori tinggi (Mean ± SD = 22,94 ± 3,71). Tingkat reaksi responden berada pada kategori tinggi (Mean ± SD=3,04 ± 2,51) dan pengetahuan responden dari hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan (Mean ± SD = 1,00 ± 6,45) namun tidak signifikan (P > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh pelatihan tanggap bencana terhadap reaksi dan pengetahuan Kader Tanggap Bencana di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul.

Background: Indonesia is an archipelagic country that is prone to disaster threat. Community-based disaster preparedness is an effort to reduce the impact of disaster. The establishment of Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) is a form of community participation and involvement in disaster preparedness. However, the preparedness training gained by FPRB member is still lacking. In addition, the training provided is not followed by further evaluation so that the training effectiveness is not known. Objective: Knowing the reaction and change of average knowledge level of Disaster-Response Cadres before and after the training. Methods: This research is a quantitative research with quasi experimental method and one group pre-post test design. This research was conducted in January 2018 to 17 Disaster-Response Candres in Kemadang Village, Tanjungsari sub-district, Gunungkidul. The study used modified questionnaires according to Kirkpatrick’s and LIPI’s knowledge questionnaire. Data analysis used Paired Sampel T-Test. Results: The level of knowledge of the respondents before the training is in the high category (Mean ± SD = 21.94 ± 7.54) and after training is also in the high category (Mean ± SD = 22.94 ± 3.71). The level of reaction of respondents is in the high category (Mean ± SD = 3.04 ± 2.51) and knowledge of respondents from pre-test and post-test results increased (Mean ± SD = 1.00 ± 6.45) but not significant (P> 0.05). Conclusion: There is no impact of disaster response training on reaction and knowledge of Disaster-Response Cadres in Kemadang Village, Tanjungsari sub-district, Gunungkidul.

Kata Kunci : Kader Tanggap Bencana, Reaksi, Pengetahuan.

  1. S1-2018-365327-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365327-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365327-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365327-title.pdf