Produksi dan Efisiensi Alokatif Usahatani Bawang Merah di Lahan Sawah Kawasan Pesisir Kabupaten Bantul
ULBAB RIMBASARI, Sugiyarto; Any Suryantini
2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPertanian di kawasan pesisir merupakan salah satu alternatif dari keterbatasan lahan pertanian di Indonesia yang diakibatkan oleh konversi lahan yang sudah tidak terkendali. Pertanian di kawasan pesisir sedang dikembangkan di Kabupaten Bantul. Salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di lahan pesisir Kabupaten Bantul adalah bawang merah. Input-input yang digunakan dalam usahatani bawang merah di lahan pesisir juga berpengaruh pada produksi yang dihasilkan. Keragaman penggunaan input masing-masing petani menyebabkan perbedaan produktivitas bawang merah. Penggunaan input yang efisien juga dapat mengoptimalkan produksi bawang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pemilihan lokasi berdasarkan tujuan tertentu yaitu di Kecamatan Sanden dan Kretek dengan jumlah responden 50 petani. Input usahatani bawang merah yang paling beragam penggunaannya adalah fungisida. Produktivitas bawang merah di kawasan pesisir Kabupaten Bantul lebih kecil daripada produktivitas bawang merah di Kabupaten Bantul secara keseluruhan maupun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan adalah luas lahan, jumlah bibit dan tenaga kerja. Faktor luas lahan dan tenaga kerja belum efisien secara alokatif sedangkan faktor jumlah bibit sudah efisien secara alokatif.
Farming in coastal areas is one of the alternatives limited agricultural land in Indonesia caused by the uncontrolled conversion of land. Agriculture in coastal areas is being developed in Bantul District. One of the most developed commodities in the coastal area of Bantul Regency is red onion. Inputs used in onion farming in coastal areas also affect the production. The diversity of inputs of each farmer also effected to different productivity of onion. The efficient use of production factor can also optimize onion production. The method used is descriptive method. Selection of location based on certain purpose that is in District Sanden and Kretek with number of respondents 50 farmers. The most diverse input of onion farming is fungicide. Productivity of onion in coastal area of Bantul Regency is smaller than onion productivity in Bantul Regency as a whole or in Yogyakarta Special Region. The result of regression analysis shows that the factors that influence significantly are land area, number of seeds and labor. The factors of land area and labor have not been allocatively efficient while the number of seeds has been allocated efficiently.
Kata Kunci : Input, Productivity, Production Factors, Allocative Efficiency, Red Onion