KAJIAN KESEJAHTERAAN HEWAN DI RUMAH POTONG HEWAN GIWANGAN YOGYAKARTA : ASPEK PENGGIRINGAN DAN WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK KEMATIAN OTAK
IRVINE WINGGAR I M, Dr. drh. Doddi Yudhabuntara
2018 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANKesejahteraan hewan merupakan keadaan dimana manusia bertanggung jawab atas hewan yang dipelihara dengan memperhatikan kenyamanan, kesenangan, maupun kesehatannya. Kesejahteraan hewan dapat ditinjau berdasarkan lima kebebasan yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari nyeri, cedera dan penyakit, bebas untuk berperilaku normal dan bebas dari rasa takut dan cemas. Pengambilan data untuk penulisan Tugas Akhir dengan judul �¢ï¿½ï¿½Kajian Kesejahteraan Hewan di Rumah Potong Hewan Giwangan Yogyakarta : Aspek Penggiringan dan Waktu yang Dibutuhkan untuk Kematian Otak�¢ï¿½ï¿½ dilakukan dengan dokumentasi dan pengamatan saat berada di Rumah Potong Hewan Giwangan Yogyakarta. Kematian otak dilihat dari tidak adanya reflek pada kornea setelah disembelih dengan cara menyentuh ujung mata dan menghitung waktunya setelah dilakukan penyembelihan.
Animal welfare is a state in which humans are responsible for the animals being nurtured with regard to their comfort, pleasure, and well-being. Animal welfare can be reviewed based on the five aspect of freedom, that freedom from hunger and thirst, freedom from discomfort, freedom from pain, injury and disease, freedom to express normal behavior and freedom from fear and distress. The data collection for the final assignment under the title �¢ï¿½ï¿½Animal welfare studies in slaughterhouse Giwangan Yogyakarta : aspect of sleigh method and time needed for brain death�¢ï¿½ï¿½ was done by documentation and watching during slaughter process at Slaughterhouse Giwangan Yogyakarta. Determination of brain death was set by touching the tip of the eye and counting the time between start of bleeding until the absence of corneal reflex.
Kata Kunci : kesejahteraan hewan, kematian otak, reflek kornea