Laporkan Masalah

MANAJEMEN KESEHATAN PEDET SAPI PERAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS BALAI PENGEMBANGAN BIBIT, PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (UPTD-BPBPTDK DIY)

RIRIS AMBAR DWI K, Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto

2018 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Kebutuhan susu di Indonesia mencapai 896.791 ton dan dalam negeri hanya mampu memenuhi 577.6298 ton, sehingga sekitar 60% harus impor dari luar negeri. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan susu Indonesia dengan manajemen kesehatan pedet yang baik. Pedet merupakan ternak pengganti yang akan mendukung keberlanjutan usaha dan memberikan keuntungan yang optimal. Tatalaksana pemeliharaan pedet adalah salah satu pemicu untuk menciptakan kesehatan pedet yang dapat menjadi bibit sapi laktasi yang baik. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari mengenai manajemen kesehatan pedet sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak, dan Diagnostik Kehewanan Daerah Istimewa Yogyakarta (UPTD-BPBPTDK DIY). Materi penulisan tugas akhir ini adalah kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) tentang manajemen kesehatan pedet sapi perah di UPTD-BPBPTDK DIY pada tanggal 5-17 Pebruari 2018. Data yang digunakan adalah 23 ekor pedet sapi perah yang terdiri dari 12 ekor pedet pra-sapih dan 11 ekor pedet sapih. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah pengamatan secara langsung, wawancara, praktek langsung, dokumentasi dan pengambilan data recording pedet yang ada di UPTD-BPBPTDK DIY. Data yang diambil meliputi perkandangan, pakan, perawatan pedet dan penanganan penyakit pada pedet. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut, kandang pedet ada 2 jenis untuk pedet sapih dan pra-sapih, kandang pedet pra-sapih ada 2 kategori yaitu besar dan kecil. Pakan pedet sebelum sapih adalah kolostrum/susu, hijauan dan konsentrat sedangkan pedet sapih adalah hijauan dan konsentrat. Perawatan pedet dilakukan dengan penanganan pedet baru lahir, pengukuran dan penimbangan pedet, penyapihan dan recording. Penanganan penyakit dilakukan dengan mengatur pola makan pedet, sanitasi kandang yang dilakukan 2X sehari dan pemberian obat. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kesehatan pedet di UPTD-BPBPTDK DIY cukup baik dibuktikan dengan tidak ada pedet yang mati pada masa pengambilan data, namun dalam segi pengobatan dan perawatan masih kurang baik.

Dairy needs in Indonesia reached 896,791 tons and domestic only able to meet 577,6298 tons, so about 60% must be imported from abroad. One of the efforts to meet the needs of Indonesian milk with good calves health management. calves is a replacement cattle that will support business continuity and provide optimal benefits. Treatment of calf maintenance is one of the triggers to create calf health that can be a good lactation cow livestock. This thesis aims to know and learn about the management of calf health in the Technical Implementing Unit Department of Seed Development, Animal Feed, and Diagnostic of Veterinary Special Region of Yogyakarta (UPTD-BPBPTDK DIY). The material of this thesis is the activity of Field Work Practice (PKL) about dairy cow calf health management at UPTD-BPBPTDK DIY on 5-17 February 2018. The data used are 23 calf calves consisting of 12 pre-husk calves and 11 weaning calves. The methods used for data collection are direct observation, interviews, direct practice, documentation and data retrieval data recording in UPTD-BPBPTDK DIY. The data were taken covering welfare, feed, calf treatment and handling of disease in calf. The results obtained are as follows, calves poultry there are 2 types for calf weaning and pre-weaning, weaning pre-husk cage there are 2 categories of large and small. Feed calves before weaning is colostrum / milk, forage and concentrate while the calf wean is a forage and concentratt treatment is done with new calf handling, calves measuring and weighing, weaning and recording. Handling the disease is done by setting the diet of calves, sanitation cage is done 2X a day and the provision of special drugs. From the data, it can be concluded that the health management of calf in UPTD-BPBPTDK DIY is good enough to be proven with no calf that died at the time of data collection, but in terms of treatment and treatment is still not good.

Kata Kunci : susu, manajemen, kesehatan, pemeliharaan, pedet/milk, management, health, maintenance, calf

  1. D3-2018-380528-abstract.pdf  
  2. D3-2018-380528-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-380528-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-380528-title.pdf