HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL (UMUR, RAS, DAN JENIS KELAMIN) ANJING TERHADAP KEJADIAN HEPATOZOONOSIS PERIODE JANUARI - APRIL 2018 DI YOGYAKARTA
ANNISA SALMA ROSY AUDINA, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANAnjing merupakan salah satu hewan yang telah lama didomestikasi dan menjadi salah satu hewan kesayangan manuisa. Penyakit parasit darah yang sering menyerang pada anjing adalah hepatozoonosis. Hepatozoonosis dapat menyebabkan kematian pada infeksi yang berat. Penyebaran dapat melalui caplak atau sering disebut dengan tick-borne disease. Faktor risiko perlu diketahui sebagai penanggulangan kejadian hepatozoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko internal terhadap kejadian hepatozoonosis di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018. Sampel darah diambil dari 52 anjing secara acak. Sampel darah dibuat menjadi preparat apus darah dan diamati di bawah mikroskop, sebagian sampel darah digunakan untuk peneguhan diagnosa dengan teknik Polymerase chain reaction (PCR). Faktor risiko internal berupa umur, ras dan jenis kelamin dianalisis menggunakan chi-square dan diukur kekuatan asosiasinya menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan kejadian hepatozoonosis sebesar 19,23%. Hasil analisis faktor risiko internal umur, ras, dan jenis kelamin tidak menunjukan adanya hubungan dengan kejadian hepatozoonosis.
Dogs are one of the animals that have long been domesticated and become one of human's favorite animals. A blood-parasitic disease that often attacks dogs is hepatozoonosis. Hepatozoonosis can cause death in severe infections. The spread can be through ticks or often called tick-borne disease. Risk factors need to be known as the prevention of hepatozoonosis. This study aims to determine the correlation of internal risk factors to the occurrence of hepatozoonosis in Yogyakarta. The study was conducted from January 2018 to April 2018. Blood samples were collected from 52 dogs at random. Blood samples were made into blood smears and examined under a microscope, some of the blood samples were used for diagnostic confirmation by polymerase chain reaction (PCR) technique.Internal factors of age, breed and sex were analyzed using chi-square and measured their associative strength using the Odds Ratio (OR). The results showed the case of hepatozoonosis occurrence of 19.23%. The analysis of internal risk factors for age, breed
Kata Kunci : faktor internal, hepatozoonosis, tingkat kejadian