Laporkan Masalah

PERHITUNGAN PERSENTASE DAN POLA KEJADIAN KASUS DERMATOMIKOSIS PADA KUCING DI RUMAH SAKIT HEWAN PROF. SOEPARWI TAHUN 2014-2016

ZEFANYA SHANDISA S, drh. Sitarina Widyarini, M.P., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Dermatomikosis merupakan keradangan pada kulit akibat infeksi jamur. Dermatomikosis dikelompokan menjadi dua yaitu superficial dermatomycosis dan deep dermatomycosis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase dan mengetahui pola kejadian penyakit dermatomikosis pada pasien kucing di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder, dan diolah dengan Microsoft Excel for Mac 2017. Data yang telah diolah kemudian dianalisa dengan metode analisis statistika deskriptif. Hasil perhitungan menunjukan bahwa persentase kasus pada tahun 2014 sebanyak 7,3%, tahun 2015 sebanyak 6,4%, dan tahun 2016 sebanyak 7,5%. Hasil perhitungan persentase dibandingkan dengan data rata-rata kelembaban dan temperatur di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2014-2016. Hasil menunjukan bahwa apabila temperatur dan kelembaban lingkungan naik, maka persentase kejadian penyakit akan naik, begitu pula sebaliknya. Pola kejadian kasus dermatomikosis dilakukan terhadap usia dan ras kucing. Hasil menunjukan bahwa hewan berusia dibawah satu tahun paling banyak menderita dermatomikosis dibandingkan dengan usia yang lebih tua, yaitu sejumlah 405 ekor dari total 857 pasien. Kucing yang memiliki rambut panjang, khususnya domestik dan persia memiliki kasus yang lebih tinggi daripada ras lainnya. Untuk menghindari terjadinya penyakit, tenaga kesehatan hewan dapat memberikan edukasi pada pemilik mengenai pentingnya pemberian kolostrum dan menjaga kebersihan hewan dengan cara rutin melakukan grooming dan membersihkan lingkungan tempat tinggal kucing.

Dermatomycosis is an inflammation on skin due to fungal infection. Dermatomycosis is divide into two large group, superficial dermatomycosis and deep dermatomycosis. Goal of this study is to count the percentage and the pattern of dermatomycosis in cats at Prof. Soeparwi Veterinary Hospital. This research is done by using the secondary data and treated using Microsoft Excel for Mac 2017. The obtained data then evaluated with descriptive statistical analysis method. The result shows that the percentage of the case in 2014 is 7,3%, in 2015 is 6,4%, and in 2016 is 7,5%. The result then compared with mean temperature and humidity in Special Region of Yogyakarta in 2014-2016. The result shows that the percentage of the disease rise when the mean temperature and humidity rise, and vice versa. The pattern of dermatomycosis is based on age and breed. The pattern shows that cat with age less than one year tends to have more cases than older cat. Breed with longer hair such as Persian and Domestic also tends to have more cases than other breed. What can animal health workers do to avoid the disease in cats are giving education to the owner about the importance of colostrum at the early age and the importance of grooming and keep the environment always clean.

Kata Kunci : Dermatomycosis, cat, percentage, age, breed, Soeparwi

  1. S1-2018-366099-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366099-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366099-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366099-title.pdf