Laporkan Masalah

Manajemen Penanganan Kucing Penderita Feline Urolithiasis Syndrome (FUS) di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta Periode 23 Oktober Sampai dengan 4 November 2017

DYAH RESTU MAHARDIKA, Dr. drh. Claude Mona Airin, M.P.

2018 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Feline Urolithiasis Syndrome (FUS) merupakan salah satu penyakit non infeksius yang cukup sering terjadi pada kucing. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mempelajari pelaksanaan manajemen penanganan kucing penderita FUS di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta. Materi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah pasien kucing rawat inap penderita FUS. Metode yang digunakan berupa obeservasi, dokumentasi, wawancara dan praktik langsung terhadap pasien kucing rawat inap penderita FUS. Gejala kucing yang menderita FUS adalah kesulitan urinasi bahkan kesakitan, adanya darah dalam urin, meningkatnya frekuensi urinasi, kucing menjilati perineum, dan kucing tidak dapat urinasi. Diagnosis terhadap penyakit FUS di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta, dokter akan melakukan palpasi pada kantung kemih kucing. Penanganan pertama yang dilakukan pada kucing penderita FUS di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta adalah dengan pemasangan kateter, pemberian infus secara intravena, pemberian antibiotik, dan pemberian obat seperti angkak, Hematodin dan Nephrolit. Manajemen pembersihan kandang di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta dilakukan dua kali sehari setelah monitoring pasien, pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, flushing dilakukan satu kali sehari untuk mengeluarkan urin dan kristal di kantung kemih, dan pemberian obat dilakukan dua kali sehari sesuai dengan resep dokter. Prosedur diagnosis terhadap penyakit FUS di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta tidak dilakukan sepenuhnya, seperti pengambilan sampel urin, ultrasonografi sound abdomen atau rontgen. Penanganan pertama terhadap pasien penyakit FUS di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta belum tepat. Manajemen perawatan yang dilakukan di Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta sudah cukup baik namun dalam pemeriksaan pasien saat monitoring masih kurang lengkap.

Feline Urolithiasis Syndrome (FUS) is one of the most common non-infectious diseases in cats. The purpose of this work was to study the implementation of the handling management of cats FUS patients at Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic. The material used in the writing of this thesis was the hospitalized cat FUS patient. The method used in the form of observation, documentation, interview, and practice directly to cat patient of FUS. The symptoms of cat that suffered from FUS includes urinary difficulty even pain, presence of blood in urine, increased frequency of urination, cat licking the perineum, and cat cannot urinate. Diagnosis of FUS disease at Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic, doctors would palpate the cat's bladder. The first handling performed on cat of FUS patient at Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic were by catheter, intravenous infusion, antibiotics, and medicine such as Angkak, Hematodin and Nephrolit. Cage cleaning management at Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic is performed twice daily after patient monitoring, feeding twice daily, flushing once a day to remove urine and crystals in the bladder, and administering medication twice daily in accordance with the prescription. The diagnosis procedure for FUS disease in Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic was not done completely, such as urine sampling, ultrasonography sound abdomen or roentgen. The first handling of patients with FUS disease at the Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic has not been accurate. The management of care done at Kayu Manis Yogyakarta Animal Clinic is passable, however when monitoring the patient’s examination is still not complete.

Kata Kunci : kucing, FUS, manjemen penanganan

  1. D3-2018-380511-abstract.pdf  
  2. D3-2018-380511-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-380511-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-380511-title.pdf