Studi Kualitatif mengenai Persepsi Key Informant terhadap Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kelainan dan Kebutaan Mata pada Anak di Kabupaten Bantul
DYAH AYU CINTANTYA PRADIPTA CITRANI RAMADHANI, dr. Widyandana, MHPE, Ph.D; dr. Indra Trimahayana, Ph.D
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERANStudi epidemiologi berbasis populasi tentang kebutaan anak di Indonesia sendiri masih sangat terbatas sehingga menyebabkan minimnya data tentang kebutaan anak di Indonesia. Menurut (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013), hasil riset menunjukkan bahwa di Indonesia terjadi 4.802 kasus kebutaan dan 14.407 kasus low vision pada anak usia 5-14 tahun.Oleh karena itu, pencegahan kebutaan atau gangguan penglihatan pada anak-anak sangat penting untuk dilakukan.
Population-based epidemiological studies of childhood blindness in Indonesia is so limited that it causes the less of data. According to the Health Research and Development Agency (2013), the results show that in Indonesia there are 4,802 cases of blindness and 14,407 cases of low vision in children aged 5-14 years. Therefore, prevention of visual impairment and blindness in children is very important to do.
Kata Kunci : skrining, kelainan mata, kebutaan mata anak, key informant