CLINICAL AND PATHOLOGICAL PROFILE OF MELANOMA IN Dr. SARDJITO HOSPITAL 2011-2016
GEDE ADI REZA ANDIKA, dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.PA ; dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, Ph.D., Sp.KK
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang jarang terjadi di dunia namun ia merupakan bentuk keganasan yang paling mematikan. Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan prevalensi kanker tertinggi dibandingkan dengan kota lain. Profil melanoma di kota belum diketahui. Rumah sakit Dr. Sardjito merupakan salah satu rumah sakit rujukan terbesar dan ia memberikan data penting mengenai melanoma yang dapat menggambarkan keadaan pada populasi umum. Tujuan: Untuk menguraikan dan menjelaskan profil klinis dan patologis melanoma di Rumah Sakit Dr. Sardjito pada tahun 2011-2016. Metode: Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis dengan melanoma di Rumah Sakit Dr. Sardjito pada tahun 2011-2016. Total 78 kasus dikumpulkan dari rekam medis dan data klinis dan patologis kemudian dianalisis. Hasil: Insidensi melanoma bervariasi tiap tahunnya dengan insidensi tertinggi pada tahun 2014 dan 2016 dengan total kasus masing masingnya 16. Melanoma lebih sering ditemukan pada wanita (57.69%). Melanoma lebih banyak dijumpai pada pasien wanita berusia 40-60 tahun dan pada usia 61-80 tahun pada pria (16.67%). Melanoma pada mata lebih sering dijumpai (39.74%) diikuti oleh melanoma kulit (37.18%), melanoma pada mukosa (20.51%) dan melanoma yang tidak diketahui tumor primernya (2.56%). Melanoma kulit lebih sering dijumpai di area ektremitas bawah sedangkan melanoma non kulit lebih banyak di area okular dan orbital. Subtipe nodular merupakan subtype yang paling sering dijumpai di studi ini (55.17%) sedangkan di beberapa negara Asia didominasi oleh akral lentiginus melanoma. Metastasis ditemukan pada 16 kasus (20.51%). Kesimpulan: Di Rumah Sakit Dr. Sardjito, insidensi melanoma bervariasi tiap tahunnya dengan kasus tertinggi pada tahun 2014-2016 dan tahun 2012 dengan kasus terendah. Melanoma lebih sering dijumpai pada wanita berusia 40-60 tahun yang bisa diakibatkan oleh kadar estrogen. Melanoma pada mata lebih serig ditemukan dalam penelitian ini. Tinggi angka kejadian melanoma pada mata bisa diakibatkan oleh mutasi pada gen. Penelitian lanjutan mengenai profil gen dan kadar estrogen dibutuhkan untuk memberikan profil melanoma yang lebih mendetail.
Background: Melanoma is the least common skin cancer in the world but it is the deadliest form of malignancy. Yogyakarta is one of the major city in Indonesia with high prevalence of cancer compared with other city. The profile of melanoma in this city has not been known yet. Dr. Sardjito Hospital is one of the biggest referral hospital in Yogyakarta and it will provides important data regarding melanoma which might represent general population. Objectives: To elucidate and explain the clinical and pathological profile of melanoma in Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Method: Data were collected from medical record of patients diagnosed with melanoma in Dr. Sardjito Hospital in 2011-2016. A total of 78 cases were collected from medical record and their clinical and pathological data were analyzed. Result: Melanoma incidence varies between years with the highest cases in 2014 and 2016 with a total of 16 cases, each and year 2012 being the lowest with a total of 5 cases. Melanoma was frequently found in female (57.69%). It was mostly occurred in female patients aged 40-60 (25.64%) and in 61-80 years old male patients (16.67%). Ocular melanoma were frequently found in the study (39.74%) followed by skin melanoma (37.18%), mucosal melanoma (20.51%) and unknown primary site (2.56%). Melanoma of the skin were more commonly found on the lower extrimities whereas non skin melanoma were frequently found on ocular and orbital area. Nodular subtype was the most common subtype found in the study (55.17%) whereas several countries in Asia predominates with acral lentiginous melanoma. Metastasis were found on 16 cases (20.51%). Conclusion: In Dr. Sardjito Hospital, incidence of melanoma varies between years with the highest number in 2014 and 2016 and the lowest in 2012. It was frequently found in female aged 40-60 which might be caused by estrogen levels. Ocular melanoma was the most frequent type found in the study. High number of ocular melanoma might be caused by gene mutation. Further study on gene profiling and estrogen levels are needed to give more detailed profile of melanoma.
Kata Kunci : Clinical, Pathological, Melanoma, Profile, Dr. Sardjito Hospital