Pengaruh Penambahan Celah Pelolosan pada Bubu Lipat Kubah terhadap Hasil Tangkapan Rajungan Di Perairan Laut Kabupaten Tuban
NUR FADHILAH DWI KURNIAWATI, Ir. Supardjo Supardi D., S.U.
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, laju tangkap, dan pengaruh penambahan celah pelolosan (escape gap) pada bubu lipat kubah terhadap hasil tangkapan rajungan. Penelitian dilaksanakan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur bulan Januari – Februari 2018. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan menggunakan 20 unit bubu lipat kubah tanpa celah pelolosan sebagai kontrol, dan 20 unit bubu lipat kubah modifikasi dengan menambahkan celah pelolosan berbentuk persegi panjang berukuran 6 cm x 3 cm. Bubu dioperasikan secara rawai di 10 titik koordinat yang berbeda. Hasil tangkapan dicatat jenis, jumlah, panjang, dan berat. Hasil tangkapan rajungan diukur panjang dan lebar karapas serta diidentifikasi jenis kelaminnya. Data jumlah, berat, dan lebar karapas rajungan dianalisis menggunakan uji T. Komposisi hasil tangkapan terdiri dari 9 spesies yang dikelompokkan dalam 4 jenis tangkapan yaitu rajungan (58%), ikan (27%), kepiting (9%), dan keong (6%). Laju tangkap bubu kubah modifikasi sebesar 26,51 g/bubu, lebih tinggi dibandingkan dengan bubu kubah kontrol sebesar 13,74 g/bubu. Jumlah tangkapan rajungan bubu kubah modifikasi yaitu 37 ekor, lebih banyak dibandingkan dengan bubu kubah kontrol sebanyak 25 ekor, namun tidak menunjukkan ada beda nyata dengan tingkat kepercayaan 95%. Berat tangkapan rajungan bubu kubah modifikasi yaitu 4311 g, lebih besar dibandingkan bubu kubah kontrol sebesar 2450 g, dan menunjukkan ada beda nyata dengan tingkat kepercayaan 95%. Rerata lebar karapas rajungan bubu kubah modifikasi yaitu 11,35cm, lebih besar dibandingkan bubu kubah kontrol sebesar 10,60 cm dan menunjukkan ada beda nyata dengan tingkat kepercayaan 95%.
The research aims to know the composition, catch rate, and the effect of escape gap on folding dome trap to catch swimming crabs. The research was conducted 2018 in Socorejo village, Jenu subdistrict, Tuban, East Java from January – February. The method of this research use experimental fishing with 20 units folding dome trap without escape gap as control and 20 units modified folding dome trap with the addition of rectangular escape gap sized 6 cm x 3 cm. Traps were operated longline at 10 different coordinates. The data collected were species, quantities, lengths, and weights. The carapace lenght and width of swimming crabs were measured and analyzed by sex. Quantity, weight, and the carapace width of swimming crabs were analyzed by T-test. Composition of the catch consists of 9 species which grouped into 4 types of catch which were swimming crab (58%), fish (27%), crab (9%), and snail (6%). The catch rate of modified dome traps was 26,51 g/bubu, higher than using a dome trap control which was 13,74 g/bubu. Total catch of modified dome trap were 37 individuals, more than using dome trap control which were 25 individuals. There is no significant difference with 95% of confidence level. Weight catch of modified dome trap was 4311 g, heavier than using dome trap control which was 2450 g and showed significant difference with 95% of confidence level. The average of width carapace swimming crab modified dome trap was 11,35 cm, wider than using dome trap control which was 10,60 cm and showed significant difference with 95% of confidence level.
Kata Kunci : bubu lipat kubah, celah pelolosan, komposisi, laju tangkap, rajungan