Laporkan Masalah

LEGALITY OF SEXUAL MINORITY GROUP AS PROTECTED GROUP IN THE CRIME OF GENOCIDE UNDER ARTICLE 6 OF THE ROME STATUTE

M RYANDARU DANISWORO, Dr. Heribertus Jaka Triyana S.H., LL.M., M.A.

2018 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian ini ditujukan untuk memahami dan menganilisis legalitas dari kelompok minoritas seksual sebagai protected group dari kejahatan genosida pada pasal 6 Statute Roma. Penilitan ini terinspirasi dari tuduhan adanya kekerasan massif terhadap homoseksual di Chechnya yang menunjukan pentingnya perlindungan kepada grup minoritas seksual dari kejahatan genosida. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif menjawab rumusan masalah yang ada. Penilitian ini juga menggunakan penilitian literature. Data yang didapatkan adalah primer, sekunder, dan tersier. Data tersebut dianalisis menggunakan observasi analisis deskriptif melalui observasi putusan hukum dan tulisan cendekiawan. Metode interpretasi yang digunakan pada penelitian ini adalah interpretasi gramatikal, teleologikal, dan ekstenstive. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kelompok minoritas seksual tidak termasuk protected group dalam pasal 6 Statuta Roma. Pendekatan yang ada dalam mendefinisikan protected group dalam pasal tersebut tidak mengakomodasi perlindungan terhadap kelompok minoritas seksual. Pendekatan yang paling progressive pun i.e pendekatan stabil dan permanen, walaupun tidak melanggar asas legalitas, tidak dapat digunakan karena adanya kesalahan metodologis dan substantive yang dilakukan oleh pengadilan yang menggunakan pendekatan tersebut.

This research is aimed to understand and analyse the legality of sexual minority group as protected group in the crime of genocide under Article 6 of the Rome Statute. This research is inspired from the allegation of mass violence towards homosexual in Chechnya which begs protection of sexual minority from the crime of genocide. This research will use normative approach to answer the research question posed. This research also utilized literature research. The data acquired are primary, secondary, and tertiary. Such data are analysed through descriptive analysis observation on case laws and scholarly works. Methods of interpretation relied upon by this research are grammatical interpretation, teleological interpretation, and extensive interpretation. The result of the research finds that sexual minority group does not constitute as protected group under Article 6 of the Rome Statute. The existing approach in defining protected group under such article does not accommodate the protection towards sexual minority group. Even the most progressive approach i.e stable and permanent approach, despite not violating legality principle, cannot be utilized due to methodological error and substantive error of the court in utilizing such approach.

Kata Kunci : Akayesu, genocide, international criminal law, protected group, sexual minority group, stable and permanent

  1. S1-2018-361142-abstract.pdf  
  2. S1-2018-361142-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-361142-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-361142-title.pdf