Laporkan Masalah

Dilema PKS: Antara Ideologis dan Kemenangan Elektoral? Studi Koalisi Beda Ideologis PKS dalam Pilkada Serentak Kabupaten Buton Selatan Tahun 2017

LA ODE MUHAMMAD AMIN, R.B. Abdul Gaffar Karim, S.I.P., M.A.

2018 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Tulisan ini mengenai problematik pewacanaan dilema ideologis PKS, antara menjaga keketatan ideologis atau oportunis dengan mengedepankan kemenangan elektoral, sebagaimana yang telah dibangun didalam beberapa literatur tidak dapat di dalam strategi elektoral (koalisi) pada pilkada Buton Selatan 2017. Argumen utama tulisan ini adalah perilaku politik PKS dalam koalisi beda ideologis pada pilkada Buton Selatan 2017,dikarenakan adanya ketertarikan pada aktor popular yang sama dengan partai lain. Temuan lapangan menunjukan motif PKS lebih mengedepankan dukungan terhadap aktor popular daripada mendorong kader adalah untuk meningkatkan potensi kemenangan kandidat dukungannya dalam kontestasi pilkada Buton Selatan 2017. Sebab, kemenangan kandidat dalam kontestasi pilkada Buton Selatan, oleh PKS dinilai sebagai instrumen signifikan dalam meningkatkan segmentasi pemilihnya dalam pemilihan legislatif 2019, melalui kebijakan pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan PKS. Data untuk menyusun tulisan ini diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah pustaka yang dilakukan di Buton Selatan dan Yogyakarta, yakni bulan September hingga Desember 2017.

This paper is about theproblematic discourse of the ideological dilemma of PKS, between maintaining ideological strictness or opportunistic by promoting electoral victories, as established in some literature can not be justified in electoral strategy (coalition) in the 2017 Southern Buton election. The main argument of this paper is the political behavior of PKS in ideological differentiation of coalition in the elections of South Buton 2017, because of interest in the same popular actors with other parties. Field findings show the PKS motive of supporting popular actors rather than encouraging cadres is to increase the potential for candidates victory in the2017 Southern Buton election. Therefore, the victory of candidates in the contestation of the South Buton election, by PKS is considered as a significant instrument in improving the segmentation of its voters in the 2019 legislative elections, through government policy in accommodating the interests of the PKS. The data for compiling this article is obtained through qualitative approach with in-depth interview method and literature review conducted in South Buton and Yogyakarta, ie September to December 2017.

Kata Kunci : : PKS, dilema ideologi, kemenangan elektoral, koalisi, pilkada serentak

  1. S2-2018-372493-abstract.pdf  
  2. S2-2018-372493-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-372493-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-372493-title.pdf