PERILAKU STABILITAS KEUANGAN PERBANKAN DI ASEAN-5 (INDONESIA, MALAYSIA, THAILAND, FILIPINA, DAN SINGAPURA)
DWI OKTAVIYANTI, Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (i) perilaku siklikalitas stabilitas keuangan perbankan, (ii) pengaruh status kepemilikan bank, (iii) kelompok ukuran bank, dan (iv) kebijakan makroprudensial terhadap stabilitas keuangan perbankan pada negara-negara ASEAN-5 berdasar perilaku ambil risiko (Z-score). Studi ini menggunakan GMM System Estimator untuk model panel dinamis dengan data pada level individual 57 bank untuk periode 2011:Q1-2017:Q1. Estimasi mengindikasikan bahwa stabilitas keuangan perbankan di ASEAN-5 bersifat kontersiklikal. Kepemilikan pemerintah terhadap bank tidak signifikan pengaruhnya terhadap stabilitas namun cenderung meningkatkan risiko kredit. Pengelompokan bank besar dan bank kecil tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas keuangan. LTV (Loan to Value ratio) sebagai instrumen makroprudensial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stabilitas keuangan namun berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan atau memitigasi risiko kredit. Di sisi lain, peningkatan reserve requirements menyebabkan penurunan stabilitas keuangan.
This research aims to analyze (i) cyclicality of banking financial stability, (ii) the impact of bank ownership status, (iii) bank size group, and (iv) macroprudential policies on banking financial stability of ASEAN-5 countries based on risk taking behavior (Z-score). The study implements GMM System Estimator for dynamic panel model and bank level data which covers 57 banks for the period of 2011:Q1-2017:Q1. Estimations indicate that the banking financial stability shows countercyclical behavior. Government ownership doesn't significantly affect financial stability yet tends to increase credit risk. Grouping large and small banks doesn't show significant impact towards financial stability. LTV (Loan to Value ratio) as a macroprudential instrument doesn't significantly affect financial stability but significantly dampens or mitigates credit risk. On the other hand, reserve requirements' increase result in financial stability reduction.
Kata Kunci : GMM System, stabilitas keuangan, Z-score, makroprudensial