MODEL PENYUSUNAN ANALISA STANDAR BELANJA (ASB) PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER DAYA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAHAN PROVINSI PAPUA TAHUN ANGGARAN 2016
MARTHINUS FERDY B A, Ertambang Nahartyo, M.Sc., Ph.D., CMA., CA
2018 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanINTISARI Penelitian bertujuan Melakukan Simulasi atau Model penyusunan dan penerapan ASB yang sesuai dengan Progaram / Kegiatan pada Pemerintah Provinsi Papua dan menganalisis kewajaran anggaran belanja pada 23 (duapuluh tiga) kegiatan bimbingan teknis/pelatihan dari 7 (tujuh) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam membuat model penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) metode Regresi sederhana dengan menggunakan software SPPS 20 dengan pendekatan menganalisis kewajaran anggaran menggunakan Penentuan Pengendali Belanja (cost driver), Penentuan Nilai Belanja Tetap (fixed cost) dan Belanja Variabel (variable cost) dan PenentuanNilai Rata-rata (Mean, batasatas, batas bawah untuk masing-masing sebaran belanja) untuk setiap jenis kegiatan/program. Sumber Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dari 23 (dua puluh tiga) Kegiatan pendidikan dan pelatihan bimbingan teknis dari 7 (tujuh) SKPD dilingkungan Pemerintah Propinsi Papua tahun anggaran 2016. Model Analisis Standar Belanja (ASB) untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan bimbingan teknisY = Rp120.326.250 + (Rp3.518.695 x jumlah peserta x Hari Pelatihan), dimana Y adalah Total Belanja dan X adalahCost Driver model ini kemudian dipakai untuk menilai kewajaran anggaran pada 23 (dua) kegiatan bimbingan teknis/pelatihandari 7 (tujuh) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Hasil Penelitian dari 23 kegiatan pendidikan dan pelatihan/bimbingan teknis, menunjukan bahwa 8 kegiatan bimbingan teknis/pelatihan yang sejenis untuk disimulasikan dalam alokasi anggaran untuk kegiatan dimaksud agar tidak mengalami overfinancing yang berarti ditahun mendatang perlu dikurangi, dan 15 kegiatan mengalami underfinancing yang berarti di tahun mendatang perlu ditambah alokasi anggarannya.
ABSTRAC The objective of this research is to develop a model of Analysis of Expenditure Standards (ASB) and then analyze the reasonableness of the budget in 23 (twentytree) technical / training guidance activities from 7 (seven) Local Government Work Units (SKPD) within the Provincial Government of Papua. The method used in making Model Analysis of Expenditure Standard (ASB) Regression method simple by using software SPPS 20 with approach to analyze fairness of budget using Cost Driver Determination, Determination of Value of Fixed Cost, Variable cost and Average Value Determination (Mean, upper limit, lower limit for each expenditure spread) for each type of activity / program. Source of data used is secondary data that is Document Executor of Local Government Work Unit Budget (DPA-SKPD) and Budget Realization Report (LRA) from 23 (twentytree) Technical guidance / training activities from 7 (seven) SKPD within Papua Province Government budget year 2016. Model Standard Analysis of Expenditure (ASB) for technical guidance / training activities Y = Y = Rp120.326.250 + (Rp3.518.695 x Number of Participants x Number of Days), where Y is Total Expenditure and X is Cost Driver of this model then used to assess the reasonableness of the budget on 23 (twentytree) technical / training guidance activities from 7 (seven) Regional Work Units (SKPD) within the Provincial Government of Papua. The results of 23 technical / training guidance activities indicate that 8 technical / training guidance activities have significant overfinancing in the coming year need to be reduced the budget allocation for the activity, and 15 significant underfinancing activities in the coming year need to be added by the budget allocation.
Kata Kunci : analysis of standard expenditure (ASB), normality of expenses