Laporkan Masalah

Nilai Tambah dan Efisiensi Olahan Pisang di Daerah Perbatasan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara

FAIRUZ INDANA, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

2018 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIAN

Pengolahan produk dengan bahan baku pisang dapat dilakukan dalam skala industri rumah tangga dengan tujuan meningkatkan nilai tambahnya. Masyarakat yang tinggal di daerah sentra produksi pisang seperti Pulau Sebatik memiliki kesempatan untuk dapat mengembangkan produk olahan pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui besarnya nilai tambah dan keuntungan pada usaha pengolahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah pada usaha pengolahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik, (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pada usaha pengolahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik, (4) mengetahui tingkat efisiensi relatif pada masing-masing usaha pengolahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik, dan (5) mengetahui hubungan antara efisiensi dengan nilai tambah dan keuntungan serta hubungan antara nilai tambah dan keuntungan pada usaha pengolahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, nilai tambah metode Hayami untuk mengetahui besarnya nilai tambah dan keuntungan. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah dan keuntungan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan metode kuadrat terkecil ((OLS (Ordinary Least Square)). Metode Data Envelopment Analysis (DEA) CRS dengan orientasi output digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi relatif usaha pengolahan pisang. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan atau keterkaitan efisiensi dengan keuntungan dan nilai tambah serta hubungan antara nilai tambah dengan keuntungan menggunakan analisis korelasi Pearson. Kajian terhadap nilai tambah berbagai macam olahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik menunjukkan bahwa proses pengolahan pada komoditas pisang memberikan nilai tambah rata-rata sebesar Rp16.375,28/Kg dengan rata-rata keuntungan adalah Rp6.015,83/Kg. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah pada usaha pengolahan pisang di Pulau Sebatik adalah kapasitas produksi, upah tenaga kerja, dan harga output. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pada usaha pengolahan pisang di Pulau Sebatik adalah harga bahan baku, harga kemasan dan label, serta upah tenaga kerja. Analisis efisiensi relatif terhadap 15 DMU agroindustri olahan pisang menunjukkan bahwa sebagian besar agroindustri olahan pisang di daerah perbatasan Pulau Sebatik belum efisien. Sebanyak 40% agroindustri olahan pisang efisien dan 60% inefisien. Rata-rata nilai efisiensi relatif agroindustri olahan pisang adalah 0,737. Hubungan antara efisiensi dengan keuntungan, hubungan antara efisiensi dengan nilai tambah, hubungan antara nilai tambah dan keuntungan pada usaha pengolahan pisang adalah positif signifikan.

Processing raw banana materials can be processed in the scale of small industry to increase its added value. People who live in banana production area such as Sebatik Island have an opportunity to develop banana processed products. Based on that, the objectives of this research are: (1) to understand the added value and profit of banana processing business in Sebatik Island border area, (2) to determine the influence factors of the added value of banana processing business in Sebatik Island border area, (3) to determine the factors which are affecting banana processing business profit in Sebatik Island border area, (4) to understand the relative efficiency level of each banana processing business in Sebatik Island border area, (5) to understand the relationship between efficiency with profit on banana processing business in Sebatik Island border area. The research was conducted in Sebatik Tengah Sub-district, Nunukan District, North Kalimantan Province. The method in this research is the value added Hayami method. To calculate added value and profit. The factors that influence the added value and profit are analyzed using multiple linear regression with the Ordinary Least Squares method (OLS ). The Data Envelopment Analysis (DEA) method of CRS with output orientation is used to determine the relative efficiency level of the banana processing business. Furthermore, to understand the relationship of efficiency with their profit Pearson correlation analysis was used. The study on the added value of various banana products in Sebatik Island border area shows that the processing of raw banana gives an average added value by Rp16.375,28/kg with average profit Rp6,015,83/kg. The factors that affecting added value on banana processing business in Sebatik Island are production capacity, labor wage, and output price. Meanwhile the factors which are affecting the profit of banana processing business in Sebatik Island are raw material price and packaging and label price. The efficiency analysis relative to 15 DMU of banana processed agroindustry shows that most of the banana processed agroindustry in Sebatik border Island area is not efficient yet. There are 40% of banana processed agroindustry which is efficient and 60% is inefficient. The average relative efficiency value of banana processed agroindustry is 0.737. The result shows the relationship between efficiency and profit on the banana processing business is positively significant.

Kata Kunci : olahan pisang, efisiensi, nilai tambah, keuntungan, Pulau Sebatik

  1. S2-2018-373820-abstract.pdf  
  2. S2-2018-373820-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-373820-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-373820-title.pdf