PROSES PEMBENTUKAN DATA ARKEOLOGI PADA SHIPWRECK PULAU NUSA, KEPULAUAN BAWEAN
M FAUZI H, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki data arkeologi berupa shipwreck yang beragam. Salah satu shipwreck yang ditemukan di Pulau Bawean adalah Shipwreck Pulau Nusa, yang memiliki indikasi berasal dari abad ke-19 karena komponen penggeraknya bertenaga uap. Pada saat ditemukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2016 kondisi Shipwreck Pulau Nusa tidak dalam kondisi utuh, sebagian komponen sudah terfragmentasi dan tersebar. Selain itu sebagian besar fragmen tersebut sudah terkonkresi dengan karang dan bagian bawahnya tersedimentasi hingga terkubur di dasar laut. Penelitian ini akan membahas proses apa yang melatarbelakangi kondisi shipwreck menjadi seperti sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi fragmen-fragmen shipwreck yang masih tersisa, serta mengetahui proses pembentukan dari kapal utuh menjadi shipwreck beserta faktor apa saja yang berpengaruh pada proses tersebut. Analisis yang dipakai yaitu analisis lingkungan dan analisis kontekstual. Kedua perangkat analisis tersebut dilakukan untuk menjawab proses pembentukan data arkeologi yang dibagi menjadi dua tahap, yaitu proses behavioral (pre-depositional) dan proses transformasi (depositional dan post-depositional). Selain itu juga mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap proses tersebut, yang berupa cultural transform dan noncultural transform.
Indonesian archipelago holds considerably amount of archaeological data includes shipwrecks. In Bawean Island, a shipwreck with steamer component indicated from the 19 th century named Pulau Nusa was found. In 2016, Pulau Nusa shipwreck was found by Balai Arkeologi Yogyakarta in a fragmentary shape with scattered components. Numbers of scattered components has concreted with coral and the bottom part has gone through sedimentation thus buried in sea floor. This research focused on the underlying process behind the current condition of Pulau Nusa shipwreck. The main purpose of this research is to describe and identify the remaining fragments of Pulau Nusa shipwreck, and to understand the formation from intact ship into shipwreck along with possible factors that might have an impact on this process. Conducted as an explorative research with inductive reasoning, this research used two main method of analysis, i.e environmental and contextual analysis. These two method of analysis are used to answer the data formation process which divided into two steps, behavioral process (pre-depositional) and transformation process (depositional and post-depositional) along with cultural and noncultural factors that have impact on those process.
Kata Kunci : Pulau Nusa, Bawean, Jawa Timur, Shipwreck, Kapal uap, Arkeologi Bawah Air, Transformasi