Efektivitas Terapi Kognitif Perilakuan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Abstinen Napza
ERGA PATRAGAVE RATIH, Dr. Muhana Sofiati Utami,M.S.
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIAbstrak. Angka kekambuhan pada para pecandu NAPZA yang menjalani rehabilitasi masih terbilang tinggi. Pemerintah sebenarnya telah melakukan beragam upaya untuk menekan tingginya angka kekambuhan, akan tetapi belum mencapai hasil yang maksimal. Kekambuhan adalah kegagalan mempertahankan masa abstinen, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah efikasi diri. Ini dibuktikan dari beragam penelitian yang menunjukkan bahwa efikasi diri yang rendah berkontribusi besar terhadap kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas Terapi Kognitif Perilakuan untuk meningkatkan efikasi diri pecandu NAPZA. Desain penelitian menggunakan eksperimen kuasi The One-Group Pretest-Posttest Design. Partisipan penelitian ini terdiri dari 6 orang pada kelompok eksperimen yang merupakan residen Pusat Rehabilitasi NAPZA "K" yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seluruh partisipan diberikan pretest dan posttest berupa Drug Avoidance Self-Efficacy Scale untuk mengukur perubahan efikasi diri. Hasil analisis statistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon menunjukkan signifikansi sebesar 0,0135. Ini artinya hipotesis penelitian ini diterima, yaitu terdapat peningkatan skor efikasi diri pada partisipan setelah diberikan Terapi Kognitif Perilakuan.
Abstract. Relapse rate among multiple drug addicts undergoing rehab is still high. The government has actually made various attempts to suppress the high rate of relapse, but did not achieved maximum results. Relapse is a situation in which abstainer unable to maintain abstinence, which can be caused by various factors, one of them is self efficacy. It's evidenced by various studies showing that low self efficacy contributes highly to relapse. The research aimed to determine the effectiveness of Cognitive-Behavior Therapy to increase self efficacy towards multiple drug addicts. The One-Group Pretest-Posttest Design was used in the research. The participants were 6 people who were the resident of Drug Rehabilitation Center "K" located in Sleman, Special Region of Yogyakarta. Pretest and posttest measure by Drug Avoidance Self-Efficacy Scale. Data were analyzed by non-parametric statistics, used Wilcoxon analysis. The results showed significance of 0.0135. Acording to the results, there was an indication that Cognitive-Behavior Therapy's module was able to increase self efficacy among drug addicts.
Kata Kunci : Kata Kunci: Efikasi Diri, NAPZA, Terapi Kognitif Perilakuan./ Keywords: Self Efficacy, Multiple Drugs, Cognitive-Behavior Therapy.