Perubahan Iklim dan Kerentanan Sosial di Indonesia (Analisis Data Podes Tahun 2014)
ITSNA MASYRUHA, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Peningkatan kejadian banjir yang dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim secara langsung maupun tidak mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Perbedaan pengaruh adanya perubahan iklim ini juga dipengaruhi oleh tingkat kerentanan masyarakat, baik secara fisik maupun sosial. Kerentanan sosial ditunjukkan pada masyarakat yang tinggal di daerah permukiman kumuh yang menempati wilayah di bantaran sungai yang menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit hingga menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada penyakit berbasis vektor dan air, seperti diare, malaria, dan demam berdarah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian bencana dan keberadaan permukiman kumuh dengan keberadaan kejadian KLB di wilayah Indonesia dan untuk menekankan pentingnya penataan lingkungan dalam menurunkan risiko KLB di berbagai wilayah di Indonesia. Metode: the diseases outbreak, disaster, and slum settlement are obtained from the potential villages statistics (Podes data) in 2014. 82.190 village-level areas used as unit analysis of this research. The association between outbreaks and disaster event and the existence of slums is done using chi square test. Hasil: Hasil analisis hubungan antara kejadian bencana dan keberadaan permukiman kumuh menunjukkan hubungan yang signifikan dimana peluang keberadaan KLB penyakit diare pada desa yang mengalami bencana banjir dan memiliki permukiman kumuh lebih besar dibandingkan dengan desa yang tidak mengalami bencana banjir atau memiliki permukiman kumuh (p<0,005) dan keberadaan permukiman kumuh merupakan faktor yang paling berhubungan dengan keberadaan KLB (OR:1,99). Kesimpulan: hubungan yang kuat antara kejadian banjir akibat perubahan iklim dan kerentanan sosial masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh menunjukkan bahwa diperlukan intervensi terutama untuk mencegah dan mengatasi keberadaan permukiman kumuh di Indonesia.
Background: Increased of disaster events affected by climate change directly or not affect public health conditions. The differences effect of climate change also influenced by the level of social vulnerability. In communities, social vulnerability demonstrated in slum areas that occupy on the banks of the river that leat to increased prevalence of diseases and leading to outbreak, especially in vector and waterborne diseases, such as diarrhea, malaria, and dengue Purpose: this study aims to determine the association between disaster events and the existence of slums with the presence of diseases outbreak in Indonesia and to emphasize the importance of environmental arrangement in reducing the risk of diseases outbreaks in Indonesia. Methods: This research is an observational study with ecological study design using secondary data from Potential Villages Data (Podes) year 2014 conducted by BPS. Data obtain from Pusat KP-MAK FKKMK UGM. The population and samples are 81.290 villages in Indonesia. Result: the result show that the association between disaster event and the existence of slums settlement show a significant relationship where the possibility of disease outbreaks in flooded or slum settlements is greater than those that did not experienced. The existence of slums settlement are the most closely related factors related to the presence of outbreak (OR: 1,99). Conclusion: strong relationship between disaster events due to climate change and the social vulnerability of people living in slums indicate that interventions are needed primarily to prevent and overcome slum dwellings in Indonesia.
Kata Kunci : climate change, social vulnerability, slum, disease outbreak