EVALUASI PRAKTEK KEBERSIHAN TANGAN PETUGAS KESEHATAN SETELAH MENDAPATKAN PELATIHAN METODE SCORPIO DENGAN MENGGUNAKAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DI UNIT PERINATOLOGI BLU RSUPN dr. CIPTOMANGUNKUSUMO FKUI JAKARTA
GORTAP SITOHANG, Prof. dr. IwanDwiprahasto, M.Med.Sc.,PhD; Dr. Trisasi Lestari, M.Med.Sc
2017 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Healthcare-Associated Infections (HAIs) atau Infeksi Rumah Sakit (IRS) merupakan infeksi yang didapat saat pasien dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. HAIs merupakan tantangan besar dipelayanan kesehatan. Selain meningkatkan angka kesakitan dan kematian juga berdampak kepada besarnya pembiyaan kesehatan. Kegagalan melakukan kebersihan tangan yang baik dan benar dianggap sebagai penyebab utama Healtcare associated Infection (HAIs) dan penyebaran mikroorganisme multi resisten di fasilitas pelayanan kesehatan dan telah diakui sebagai kontributor yang penting terhadap timbulnya wabah. WHO menetapkan kebersihan tangan sebagai prioritas utama dalam upaya mengurangi kejadian HAIs. WHO menganjurkan angka kepatuhan kebersihan tangan sebesar 85%. Tujuan: Mengukur kepatuhan kebersihan tangan perawat dan dokter setelah mendapatkan pelatihan metode SCORPIO dengan pengamatan lewat CCTV dan mengetahui hambatan peningkatan kepatuhan kebersihan tangan petugas kesehatan di Unit Perinatologi BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo FKUI. Metoda penelitian: Jenis penelitianini adalah kuantitatif dengan disain cross sectional, yaitu rancangan penelitian yang mengkaji dinamika korelasi/asosiasi antara variabel independen dengan variabel dependen pada saat yang bersamaan. Subyek penelitian perawat dan dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengukur efektivitas intervensi pelatihan kebersihan tangan dengan metode SCORPIO melalui observasi CCTV terhadap peningkatan kepatuhan kebersihan tangan perawat dan dokter. Tempat penelitian: RSUPN Dr. CiptoMengunkusumo unit Perinatologi. Hasil dan pembahasan: Kepatuhan kebersihan tangan perawat meningkat dari 60% menjadi 80%-88% dan Dokter meningkat < 60% menjadi 70%-88%. Berdasarkan analisis pada faktor individu, kelompok dan institusi. Ada empat variabel yang berhubungan secara signifikan (p-value < 0,05) dengan kepatuhan perawat dan dokter dalam melakukan kebersihan tangan, yaitu variabel riwayat alergi terhadap cairan antiseptik (p-value=0,02), variabel pelatihan (p-value=0,01), variabel umpan balik (p-value=0,01) dan variabel ketersediaandana (p-value=0,02). Hambatan peningkatan kepatuhan kebersihan tangan petugas kesehatan (perawat dan dokter) di Unit Perinatologi BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo FKUI adalah handrub yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Simpulan dan saran: Intervensi pelatihan kebersihan tangan dengan metode SCORPIO pada dokter, perawat, dapat meningkatkan efektivitas terhadap kepatuhan kebersihangan tangan di Unit Perinatologi BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo FKUI. Perlunya pemasangan CCTV pada area yang belum terjangkau dan melakukan penyegaran pelatihan metode SCORPIO setiap satu tahun sekali. Untuk mencegah reaksi alergi terhadap handrub maka rumah sakit perlu menyediakan pelembab kulit secara berkesimbungan. Perlunya penelitian lanjutan terkait kepatuhan kebersihan tangan dengan kejadian HAIs dan pembiayaan.
Background: Healthcare Associated Infections (HAIs) or Hospital Infections are acquired infections while the patient is hospitalized or health facility. HAIs are big challenge in health care. In addition to increasing morbidity and mortality also affect the amount of health financing. Failure to perform good hand hygiene and right regarded as the main cause Healtcare Associated Infection (HAIs) andthe spread of multi-resistant microorganisms in healthcare facility and has been recognized as important contributors against outbreaks. WHO set of hand hygiene as a top priority in an effort to reduce HAIs incident. WHO recommends number of hand hygiene compliance by 85%. Aim: (1) Measuring Compliance hand hygiene doctor and nurse after training Methods SCORPIO with observation via CCTV (2) Determine Barriers Compliance hygiene improvement About Health workers in Perinatology unit BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo - School of Medicine. Method of research: Measure hand hygiene compliance of nurses and doctors after getting training SCORPIO methods with observation via CCTV (2) Knowing the obstacles in increasing of hand hygiene compliance in health care workers at Perinatology Unit BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo - School of Medicine. Results and Discussion: Compliance nurses from 60% to 80% - 88% and Doctors <60% to 70% - 88%.Based on the analysis of individual factors, groups and institutionsthe barriers that allow may affect compliance with hand hygiene available results that in as many as 32 respondents (50%) replied that handrub made in RSCM can cause allergic reactions. This percentage is the greatest compared to the percentage of respondents in the other variables which is considered to be a bottleneck hand hygiene compliance. Other than that there are four variables associated significantly which may affect the increase in hand hygiene compliance that is, variable history of allergy to an antiseptic solution (p-value = 0,02), training variables (p-value = 0,01), feedback variables (p-value = 0,01) and variable availability of funds (p-value = 0,02). Conclusions and recommendations: Hand hygiene training interventions with SCORPIO method on the doctors, nurses, can enhance the effectiveness of the hand hygiene compliance in Perinatology Unit in BLU RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo FKUI. Suggestions in this study are the need to apply the SCORPIO training method. Installation necessity of Closed Circuit Television (CCTV)in rooms especially starting from intensive care unit, operating room until ward room.
Kata Kunci : HAIs, kebersihan tangan, CCTV; HAIS, hand hygiene, CCTV