PERAN SERTA KELOMPOK MASYARAKAT PELESTARI HUTAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL MATALAWA (KASUS DESA WANGGAMETI, NANGGA , RAMUK DI KABUPATEN SUMBA TIMUR)
MARGARETHA LEDA BORA, Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si ; Dr. Niken Wirasanti, M.Si
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANKelompok Masyarakat Pelestari Hutan (KMPH) merupakan salah satu kelembagaan lokal yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Matalawa yang dibentuk oleh masyarakat sendiri dan memiliki kepedulian pada pelestarian dan perlindungan sumberdaya hutan dikawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran peran serta KMPH (Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan) dalam mengelola dan melestarikan sumberdaya hutan di kawasan Taman Nasional Matalawa serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta KMPH dalam mengelola sumberdaya hutan di kawasan Taman Nasional Matalawa. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara pada 33 responden yang merupakan pengurus dan anggota KMPH dan informan lainnya pada instansi terkait serta kepala desa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik korelasi Rank Spearman dengan menggunakan SPSS dan anlisis kualitatif. Dari hasil penelitian peran serta KMPH dalam pengelolaan sumberdaya hutan di kawasan Taman Nasional Matalawa diketahui bahwa bentuk peran serta KMPH dalam pengelolaan sumberdaya dilakukan secara mandiri dan kolaborasi dengan instansi terkait dan LSM. Namun dalam peran serta dalam bentuk kolaborasi dengan instansi terkait khususnya dengan Balai Taman Nasional masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah karena belum adanya kepastian tentang penetapan tapal batas antara kawasan taman nasional dan lahan milik masyarakat sehingga kolaborasi yang terjalin belum intensif. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa faktor dominan yang mendorong adanya peran serta KMPH dalam pengelolaan sumberdaya hutan adalah karena adanya motivasi dari instansi terkait dan LSM (55,6%), pembinaan terhadap KMPH dari instansi terkait/LSM (46,5%) dan kedudukan KMPH (13,7%). Secara garis besar, nilai sosial budaya KMPH yakni ketaatan pada kearifan lokal yang ada, toleransi dan gotong royong dalam melaksanakan kegiatan bersama masih terbilang tinggi namun ketika dikaitkan dengan peran serta dalam pengelolaan sumberdaya hutan menjadi rendah karena permasalahan tapal batas yang belum terselesaikan.
Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan (KMPH) is one of the local institutions in the vicinity of Matalawa National Park which is formed by the community itself and has concern for the preservation and protection of forest resources in that area. The objective of this research is to get an idea of the role of KMPH in managing and conserving forest resources in Matalawa National Park area and analyzing the factors influencing the role of KMPH in managing forest resources in Matalawa National Park area. This research was conducted by interviewing 33 respondents who are members of KMPH and other informants at related institutions and village head. Data analysis was done by using Rank Spearman correlation statistic analysis using SPSS and qualitative analysis. From the research results, the role of KMPH in the management of forest resources in Matalawa National Park is known that the role of KMPH in resource management is done independently and in collaboration with related institutions and NGOs. But the form of collaboration with related agencies, especially with the National Park Office is still low. One reason is because there is no certainty about the determination of the boundary between the park and the community land so that the collaboration is not intensive. From the research results, it is also known that the dominant factors that encourage the participation of KMPH in the management of forest resources are motivation from related institutions and NGOs (55,6%), development of KMPH from related institutions / NGOs (46,5%) and position of KMPH (13,7%). Broadly speaking, the socio-cultural value of KMPH namely adherence to existing local wisdom, tolerance and mutual cooperation in carrying out joint activities is still high but when associated with participation in forest resource management is low due to unfinished boundary issues.
Kata Kunci : peran serta, KMPH, Pengelolaan Hutan, Taman Nasional Matalawa