KOMPETENSI TIM NUSANTARA SEHAT DALAM MANAJEMEN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS TERPENCIL INDONESIA
HAPPY R PANGARIBUAN, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Dr. Retno Siwi Padmawati, MA
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang : Keterbatasan kompetensi manajemen program kesehatan masyarakat masih menjadi penghalang dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Terpencil. Program Nusantara Sehat adalah salah satu gebrakan baru dari Kemenkes untuk penempatan tenaga kesehatan berbasis tim di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Mereka terdiri dari berbagai profesi kesehatan dan diharapkan telah memiliki kompetensi untuk memberikan layanan program kesehatan masyarakat di daerah terpencil. Tujuan : Menjelaskan kompetensi Tim Nusantara Sehat dalam manajemen program pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Terpencil. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan design penelitian cross sectional study. Survei dilakukan terhadap 109 anggota tim nusantara sehat yang pernah ditempatkan di puskesmas terpencil Indonesia dengan menggunakan snowball. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Hasil : Kompetensi tim nusantara sehat terkait manajemen masih lemah dalam pemahaman kegiatan evaluasi dan program sustainable. Tim Nusantara Sehat sudah memprioritaskan pelayanan preventif dan pelayanan luar gedung. Namun kondisi tersebut masih kontras dengan kenyataan bahwa mereka belum berperan dalam inovasi program puskesmas dan 36,7% responden menyatakan dirinya dianggap sebagai orang luar oleh staff lokal puskesmas. Keterampilan manajerial yang paling dibutuhkan oleh tim nusantara sehat adalah bekerja dengan sumber daya terbatas dan komunikasi efektif. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi manajemen tim nusantara sehat masih perlu untuk dikembangkan. Tim nusantara sehat membutuhkan pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan program kesehatan masyarakat yang lebih luas. Penerimaan masyarakat dan kesediaan tim nusantara sehat untuk retensi bekerja di daerah terpencil sebaiknya dipertahankan dalam sistem pengembangan tenaga kesehatan di daerah terpencil.
Background - Lack of management competency still identified as stumbling block to health delivery in remote primary health center (PHC). Nusantara Sehat is one of innovation program by Ministry of Health to deploy health worker in individual and team-based in remote area Indonesia. They comprise health interprofesional who are expected can deliver public health intervention. Objective - Explore the competence management program public health by team nusantara Sehat (TNS) in remote primary health care. Method - A survey was conducted involving distribution of questionnaires to 109 health workers employed in Nusantara Sehat program. Respondents answered each of question using multiple choice grid and 4-point likert scale. Foregoing, all questionaires already passed in validity and reliability using alpha cronbach test. Apart of quatitative section, the respondents could present their perception concerning the management need assessment in their competency development Result - TNS less in management competence regard to evaluation and sustainable program. Almost they have prioritized preventive care and outdoors public health services. This result was in contrast with the answered obtained among them, how they less contributed in innovation PHC program and in addition 36,7% of the respondents said that local employees considered them as outside worker. Their competence is inadequate to extend underserved area. They perceived that the most needed skill managerial are working in limited resources and effective communication. Conclusion - TNS need management competence development while working in remote PHC. They have a potentially important role in the implementation of public health program. TNS required a person with managerial level involved in their team. TNS needs ongoing education and training to strengthen their competence in management public health program. Acceptance indigeneous and willingness TNS for retency should be maintained in human resource development.
Kata Kunci : Kata Kunci : kompetensi, manajemen, program kesehatan masyarakat, nusantara sehat, daerah terpencil