WORK ENGAGEMENT BIDAN DALAM PELAYANAN KUNJUNGAN NIFAS DI DAERAH PEDESAAN (Pengalaman di Puskesmas Gabus I Kabupaten Pati)
NADIA SYUKRIA, Prof.dr.Djaswadi Dasuki, MPH, Ph.D, Sp.OG(K) ; Dr.dr.Mubasysyir Hasanbasri,M.A
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatarbelakang: Pemerintah berupaya menyelesaikan permasalahan kematian ibu melalui program bidan desa termasuk juga terdapat program pelayanan kunjungan nifas (KF) yang bertujuan menilai, mendeteksi dan menangani morbiditas ibu nifas, sehingga kejadian kematian dapat diminimalisir. Akan tetapi kenyataannya KF teratur dan terjadwal kurang diperhatikan, cakupan KF lengkap secara nasional baru sekitar 32,1% dan proporsi KF di pedesaan lebih rendah dibanding perkotaan. Hal tersebut di karenakan ibu di daerah pedesaan kurang mendapatkan pengetahuan, akses terbatas dan kurang aktifnya bidan dalam memberikan perawatan. Namun sebaliknya, meskipun di Kabupaten Pati sebagian besarwilayahnya pedesaan, cakupan KF cukup tinggi, bidan desa aktif dan melibatkan dirinya di masyarakat terutama dalam memberikan perawatan masa nifas. Tujuan: Mendiskripsikan pelaksanaan KF di Kabupaten Pati wilayah kerja Puskesmas Gabus I dan mengeksplor bentuk keterlibatan kerja bidan desa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan rancangan studi kasus. Subyek penelitian berjumlah 27 orang terdiri dari bidan desa, ibu nifas, kepala puskesmas, bidan koordinator dan dinas kesehatan yang dalam penentuannya menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan tiga hal utama, pertama, pelayanan KF menjadi tanggungjawab bersama dan merupakan satu rangkaian tidak terpisahkan dengan program lain, sesi konseling kunci kedekatan bidan desa dengan masyarakat. Kedua, bidan desa menjalin kemitraan dengan kader kesehatan dan dukun, berkolaborasi dengan pemerintah desa serta membangun community engagement dengan berbagai inovasi untuk mendukung kinerja pengelolaan keseahatan di desa setempat. Ketiga, meskipun insentif sedikit dan beban laporan berat, bidan tetap memberikan pelayanan terbaik karena mendapatkan motivasi lain yaitu merasa menemukan passionnya sehingga menyatu dengan pekerjaan, fleksibilitas dalam bekerja, serta merasa keberadaannya dihargai di lingkungan. Kesimpulan: Bidan desa melibatkan dirinya dengan segenap kompetensi, keahlian dan sisi profesionalitasnya dalam mengelola KF karena telah menemukan passion dan motivasi dalam bekerja. Selain itu juga adanya dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor pendukung terlibatnya bidan desa.
Background: Maternal mortality is still a problem in various provinces of Indonesia. The highest proportion of maternal deaths in Central Java Province occurred at the puerperium time was 60.9% at 111 per 100.000 live births. The postpartum period requires professional monitoring and caring by proficient village midwives in primary health care called puskesmas. Objective: This study aims to describe postnatal care in rural areas of Puskesmas Gabus I Pati conducted by village midwives and then analyzed using work engagement theory. Method: Qualitative by case study design approach. The research subjects were 27 people selected using purposive sampling technique. Data collection with participant observation, in-depth interview, and document studies. Outcomes: The work engagement of village midwives in providing services demonstrated by proximity of the community and the village partners. Midwives assumed postnatal care was important activity and persistently their building community engagement in the village. The midwives dedicated themselves in community until the end of their career, despite being offered a higher position. They felt proud and found identity in their work. Although the low salary and hard report, they still provide the best service to the community because they found other motivations such as the flexibility of working time, enjoying job, puskesmas support when faced with problems, feeling valued with their presence and activities. Conclusion: The midwives provided postpartum services with the best of their ability and professionalism. They were also want to do perform the other job out of their responsibility however in the same line.
Kata Kunci : Bidan desa, work engagement, pelayanan kunjungan nifas, Postnatal care, Village midwives, Work engagement.