Accessibility of Xpert MTB/RIF for Tuberculosis Diagnostic Testing at Hospital Level in Yogyakarta Province
PRATIWI PUTRI MASRUL, dr.Ari Natalia Probandari MPH, PhD; Anis Fuad S.Ked DEA
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Indonesia adalah salah satu dari 30 negara dengan beban TB tiga kali lipat (TB, TB / HIV, dan MDR TB). Sebagai tanggapan, WHO merekomendasikan menggunakan Xpert MTB/RIF untuk pengujian cepat dengan sensitivitas dan spesifitas tinggi dibandingkan dengan BTA peka. Pada Januari 2017 Indonesia mulai menerapkan peraturan TB baru untuk diagnosa menggunakan Xpert MTB/RIF. Kantor Kesehatan Provinsi Yogyakarta (PHO) memperluas penggunaan delapan mesin Xpert MTB / RIF di delapan rumah sakit di lima kabupaten dan menerapkan algoritma TB baru. Menjelajahi penghalang aksesibilitas ke Xpert MTB / RIF penting untuk meningkatkan pemanfaatan mesin baru. Tujuan: Untuk mengeksplorasi aksesibilitas Xpert MTB / RIF untuk tes diagnostik tuberkulosis di tingkat rumah sakit di Yogyakarta. Pengaturan dan Metode: Ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan desain metode campuran dengan data konkuren menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari pendaftaran laboratorium, observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Penelitian dilakukan di delapan rumah sakit di lima kabupaten di provinsi Yogyakarta. Hasil: Ada 692 kasus yang melakukan tes Xpert MTB / RIF dengan 72% kasus TB presumtif dan 25% kasus TB MDR dugaan. Cakupan Xpert MTB / RIF di Yogyakarta adalah 4,7% dari semua kasus yang memenuhi syarat pada tahun 2017. Di antara semua yang diuji, hanya 10% merupakan kasus rujukan. Potensi hambatan aksesibilitas termasuk; pengalaman dalam distribusi logistik yang tertunda, kebijakan lokal (kesepakatan antara PHO dan rumah sakit), dan pemahaman staf kesehatan tentang manfaat tes Xpert MTB / RIF. Kesimpulan: Xpert MTB / RIF dapat diakses untuk TB presumtif tetapi lebih mudah diakses untuk kasus internal daripada kasus rujukan. Dimensi ketersediaan dan akomodasi, kelayakan, dan kemampuan untuk didekati berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan Xpert MTB / RIF
Background: Indonesia is one of 30 countries with triple TB high burden (TB, TB/HIV, and MDR TB). In response, the WHO recommends using Xpert MTB / RIF for rapid testing with high sensitivity and specificity compared to smear AFB. In January 2017 Indonesia began implementing new TB regulations for diagnostics using Xpert MTB / RIF. The Jogjakarta Provincial Health Office (PHO) expanded the use of eight Xpert MTB/RIF machines in eight hospitals in five districts and implemented the new TB algorithms. Exploring accessibility barriers to the Xpert MTB / RIF are important to improve utilization of the new machine. Objectives: To explore the accessibility of Xpert MTB / RIF for tuberculosis diagnostic testing at the hospital level in Yogyakarta. Setting and Methods: This was a descriptive study that employed a mixed method design with concurrent data using secondary data collected from lab registration, observation and in-depth interviews with key informants. The study was conducted at eight hospitals in five districts in Yogyakarta province. Results: There were 692 cases that performed the Xpert MTB / RIF test with 72% cases presumptive TB and 25% cases presumptive MDR TB. Coverage of Xpert MTB / RIF in Yogyakarta is 4.7% from all eligible cases in 2017. Among all tested, only 10% are referral cases. Potentials barriers of accessibility included; experience on delayed logistic distribution, local policy (agreement between PHO and hospital), and health staff understanding of benefit Xpert MTB / RIF test. Conclusion: Xpert MTB / RIF are accessible for presumptive TB but more accessible for internal cases than referral cases. The dimensions of availability and accommodation, appropriateness, and approachability contribute to the increased utilization of Xpert MTB / RIF.
Kata Kunci : Xpert MTB / RIF, Accessibility, Hospital, Yogyakarta