Laporkan Masalah

HUBUNGAN INFORMED CHOICE DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI INJEKSI 1 BULAN PADA WANITA USIA SUBUR DI INDONESIA (ANALISIS DATA PERFORMANCE MONITORING AND ACCOUNTABILITY 2020)

FAIZAH RUHIL ISLAM, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, M.Sc, Sc.D; Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Dalam 20 tahun terakhir, pengunaan kontrasepsi injeksi merupakan metode yang paling mendominasi di Indonesia dan saat ini sudah banyak akseptor yang memilih menggunakan yang berjangka pendek (1 bulan) meskipun yang berjangka panjang (3 bulan) lebih direkomendasikan. Agar klien dapat memilih metode yang tepat bagi dirinya, maka informed choice terkait keluarga berencana yang baik perlu diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian infomed choice dengan penggunaan metode kontrasepsi injeksi pada WUS di Indonesia. Bahan dan Metode: Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data sekunder performance monitoring and accountability (PMA) 2020 tahun 2015 yang melibatkan 10.455 wanita usia 15-49 tahun. Sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian meliputi telah menikah, fertil dan sedang memakai kontrasepsi injeksi yang mendapat pelayanan keluarga berencana (KB) dalam 12 bulan terakhir sejumlah 1.988. Uji regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan informed choice terhadap penggunaan injeksi 1 bulan dengan karakteristik demografi, aspek demand, suplai dan sistem. Hasil penelitian: Pemberian informed choice yang lengkap tidak berbeda pada penggunaan injeksi 1 bulan dengan 3 bulan. Pada karakteristik demografi yaitu variabel status pendidikan dan tingkat kekayaan menunjukkan peluang yang lebih besar untuk menggunakan injeksi 1 bulan secara berturut-turut dengan OR dan CI95% yaitu 7,27[4,53-11,66] dan 7,73[4,39-13,60]. Sedangkan pada aspek suplai, kemungkinan paling banyak menggunakan injeksi 1 bulan adalah mereka yang mengakses pelayanan KB di fasilitas swasta. Kesimpulan: Efektivitas dari informed choice sulit untuk dievaluasi karena rendahnya cakupan pemberian informed choice secara lengkap. Faktor yang mempengaruhi pemilihan metode injeksi 1 bulan adalah faktor individu itu sendiri terutama status pendidikan dan tingkat kekayaan. Wanita yang mengakses di fasilitas pelayanan swasta lebih berpeluang menggunakan injeksi 1 bulan sehingga mereka harus membayar alat kontrasepsi secara tunai.

Background: In the last 20 years the use injectable contraception is the highest method in Indonesia, although 3-monthly injectable is recommended, many acceptors have used 1-monthly injectable. In order for clients to choose the right method for themselves, informed choice needs to be given by health provider. This study aims to analyze the effectiveness of infomed choice in the use of injectable contraception among reproductive age women in Indonesia. Methods: Cross-sectional design were used in this study using secondary data of Performance Monitoring and Accountability (PMA) 2020 in 2015 involving 10.455 women of 15-49 years of age. There were 1.988 women that matched inclusion criteria which were married, fertile and obtaining injectable contraception in family planning services in the last 12 months. Logistic regression was used to analyze the correlation of informed choice, demographic characteristics, demand, supply and system sides in the use of 1-monthly injectable contraception. Results: There is no difference in 1-monthly and 3-monthly injectable contraception usage in group that given complete informed choice. In demographic characteristics, higher level of education and wealth show greater probability of using 1-monthy injectable, OR[CI95%] respectively 7.27[4.53-11.66] and 7.73[4.39-13.60]. Women that access at private familiy planning facilities are more likely to use the less recommended 1-monthly injectable contraception. Conclusion: The effectiveness of informed choice is difficult to be evaluated due to low coverage in complete informed choice. Level of education and wealth are more important factors in determining 1-monthly injectable contraception usage. Women that access at private service facilities are more likely to use a 1-monthly injectable so they have to pay for obtaining the contraception.

Kata Kunci : informed choice, injeksi 1 bulan, Method Information Index (MII)

  1. S2-2018-403232-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403232-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403232-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403232-title.pdf