Laporkan Masalah

INISIASI PEDOMAN AKUNTANSI SYARIAH DI LEMBAGA MASJID

FIRDHA RAHMIYANTI, Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph. D.

2018 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

Sebagai negeri dengan mayoritas muslim, saat ini Indonesia memiliki �±800.000 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Fungsi masjid diyakini tidak hanya sebatas tempat beribadah, namun sebagai pusat kegiatan umat Islam, baik kegiatan sosial, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi. Beragamnya fungsi masjid menunjukkan bahwa masjid mempunyai peranan besar di masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya, masjid memperoleh dana yang berasal dari zakat, wakaf, infak, dan sedekah. Beragamnya sumber pendanaan yang membiayai aktivitas masjid berkaitan erat dengan dana yang dikelola masjid. Jika pengelolaan dananya baik, maka potensi dana untuk kepentingan umat akan tercapai. Sebagai entitas dimana nilai-nilai spiritual dikembangkan tentunya pengelolaan dana di masjid tidak terlepas dari akuntansi syariah guna menghasilkan laporan keuangan untuk pengelolaan masjid yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat bentuk pedoman akuntansi syariah serta aplikasi debet kredit (SIDEK) lembaga masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Guna membangun suatu teori berupa pedoman akuntansi syariah berdasarkan pada studi kasus yaitu proses bisnis (pemerolehan dan penggunaan dana) di lembaga masjid. Hasil penelitian berupa pedoman akuntansi syariah untuk lembaga masjid yang terdiri dari pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Dan bentuk aplikasi debet kredit (SIDEK) dengan menggunakan Microsoft Excel untuk memudahkan pengelola dana masjid dalam mengaplikasikan pencatatan aktivitas pengelolaan dana.

As a country with a majority of Muslims, Indonesia currently has �± 800,000 mosques spread throughout Indonesia. The function of the mosque is believed not only limited to places of worship, but as a center for the activities of Muslims, social activities, education, and economic activities. The variety of mosque functions shows that the mosque has a big role in society. In carrying out its functions, the mosque obtained funds derived from zakah, awqaf, infaq, and alms. The variety of funding sources that finance mosque activities is closely related to the funds managed by the mosque. If the fund management is good, then the potential funds for the benefit of the Ummah will be achieved. As an entity in which spiritual values are developed, the management of funds in the mosque can not be separated from sharia accounting in order to produce financial reports for better mosque management. The purpose of this research is to make shariah accounting form as well as application of credit debit (SIDEK) of mosque institution. This study uses a case study approach. To build a theory in the form of sharia accounting guidance based on case study that is business process (acquisition and use of fund) in mosque institution. The results of the research are sharia accounting guidance for mosque institution which consists of recognition, measurement, presentation, and disclosure. And the form of credit debit application (SIDEK) by using Microsoft Excel to facilitate the management of mosque funds in applying the recording of fund management activities.

Kata Kunci : Akuntansi Syariah, Pengelolaan Lembaga Masjid, Akuntansi Masjid

  1. S2-2018-404920-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404920-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404920-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404920-title.pdf