Laporkan Masalah

POTENSI SALEP TUMBUHAN PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) TERHADAP KESEMBUHAN LUKA PUNGSI KULIT TIKUS PUTIH

GALUH RATNAWATI, Prof. drh. Kurniasih, M.VSc., Ph.D.; Dr.drh. Surya Amanu, SU

2018 | Tesis | MAGISTER SAINS VETERINER

Kesembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan dinamis dan melibatkan sejumlah faktor yang saling terkait. Kesembuhan luka terjadi melalui setidaknya empat fase yang saling tumpang tindih, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi dan maturasi. Perawatan luka dapat membantu perbaikan jaringan. Tumbuhan patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) memiliki potensi untuk membantu proses kesembuhan luka karena beberapa senyawa aktif yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aplikasi topikal salep Euphorbia tirucalli L.terhadap kesembuhan luka pungsi pada tikus putih secara makroskopik dan mikroskopik. Tikus yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus Wistar jantan, dengan usia 2 bulan dan berat badan antara 150 sampai 200 gram, sebanyak 36 ekor. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok masing-masing 9 ekor tikus. Dilakukan anastesi, pencukuran rambut dan pembuatan luka pungsi di kedua sisi lateral vertebrae pada semua kelompok. Selanjutnya tikus pada kelompok 1 digunakan sebagai kontrol, kelompok 2 diberi aplikasi topikal salep Euphorbia tirucalli L. 9 persen, kelompok 3 diberi aplikasi topikal salep Euphorbia tirucalli L. 23 persen dan kelompok 4 diberi aplikasi topikal madecassol®. Terapi diberikan sehari sekali selama 15 hari. Dilakukan pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik pada hari ke-5, 10 dan 15. Pengamatan makroskopik dilakukan dengan mengamati persentase area luka dengan mengukur diameter luka. Secara mikroskopik dilakukan pengamatan terhadap ketebalan epidermis, jumlah sel radang, fibroblas, angiogenesis dengan pewarnaan Hematoxilin dan Eosin (HE) serta reaksi seluler limfosit CD4plus dengan pemeriksaan secara imunohistokimia (IHK). Data yang didapat baik pada pengamatan makroskopik dan mikroskopik diolah secara statistik menggunakan software SPSS 16. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian topikal salep E. tirucalli 9 persen dan 23 persen berpotensi terhadap percepatan kesembuhan luka pungsi kulit tikus Wistar secara makroskopik dilihat dari parameter persentase area luka. Sedangkan secara mikroskopik dilihat dari parameter ketebalan epidermis, jumlah sel radang, angiogenesis, dan limfosit CD4 plus, kecuali fibroblas. Tidak ada perbedaan antara pemberian salep E. tirucalli 9 persen dan 23 persen terhadap parameter yang diamati.

Wound healing is a complex and dynamic process involving a number of interrelated factors. Wound healing occurs through at least four overlapping phases; hemostasis, inflammation, proliferation and maturation. Wound care can help tissue repair. Patah Tulang plant (Euphorbia tirucalli L.) have the potential to help the wound healing process due to some of the active constituents contained. Tha aim of this study is to determine the potential topical application of Euphorbia tirucalli L. ointment against biopsy puncture wounds in Wistar rats macroscopic and microscopicly. The rats used in this study is male Wistar rats, with age 2 months and weight between 150 until 200 grams, 36 rats. Rats were divided into 4 groups, each 9 rats. Anesthesia, hair shaving and puncture wound perform on both sides of the lateral vertebrae in all groups. Furthermore, mice in group 1 is use as control, group 2 was given topical application of Euphorbia tirucalli L. 9 percent ointment, group 3 was given topical application of Euphorbia tirucalli L. 23 percent ointment and group 4 was given topical application of madecassol®. Treatment is given once a day for 15 days. Macroscopic and microscopic observations were performed on the 5th, 10th and 15th days. Macroscopic observation was performed by observing the percentage of the wound area by measuring the wound diameter. Microscopically observed the thickness of the epidermis, the number of inflammatory cells, fibroblasts, angiogenesis with hematoxillin and eosin (HE) staining and cellular reaction of CD4 plus lymphocytes with immunohistochemical examination (IHC). Data obtained both on macroscopic and microscopic observations were processed statistically using SPSS 16 software. The results showed that topical administration of E. tirucalli ointment 9 percent and 23 percent potential to accelerate wistar skin wound healing puncture wounds macroscopically seen from percentage parameter of wound area. While microscopic parameters of epidermal thickness, number of inflammatory cells, angiogenesis, and CD4 plus lymphocytes, except fibroblas. There was no difference between E. tirucalli ointment 9 percent and 23 percent application to observed parameters.

Kata Kunci : Euphorbia tirucalli L., kesembuhan luka, makroskopik, mikroskopik.

  1. S2-2018-403506-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403506-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403506-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-4035061-title.pdf