Analisis Dampak Penerbitan Surat Edaran (SE) Bank Indonesia No.15/40/DKMP 24 September 2013 terhadap Jumlah kredit untum UMKM di Indonesia
AHMAD KHOIRUDIN, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.
2018 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini didasari oleh adanya surat edaran BI No.15/40/DKMP tanggal 24 September 2013. Kebijakan ini berisikan himbauan kepada bank umum untuk menerapkan manajemen risiko kredit, terutama pemberian kredit atau pembiayaan pemilikan properti, kredit atau pembiayaan konsumsi beragun properti, dan kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor. Kebijakan ini diduga dapat memengaruhi jumlah kredit yang diberikan bank umum kepada UMKM. Dalam penelitian ini didapati hasil bahwa penerapan manajemen risiko berdampak negatif terhadap jumlah keseluruhan pemberian kredit kepada UMKM, sebesar Rp856.833 miliar. Kebijakan yang diterapkan kepada masing-masing jenis usaha (usaha mikro, kecil dan menengah) berdampak negatif terhadap jumlah kredit usaha mikro. Pada usaha kecil, kebijakan ini tidak berdampak signigfikan berbeda dengan usaha menengah yang tetap tumbuh positif.
This research is based on BI Circular Letter No.15 / 40 / DKMP dated September 24, 2013. This policy contains an appeal to commercial banks to apply credit risk management, especially credit or financing of property ownership, consumption credit or financing of property-backed and credit or motor vehicle financing. This policy can allegedly affect the amount of credit granted by commercial banks to MSMEs. In this study found that the implementation of risk management has a negative impact on the total lending to MSMEs, for about Rp856.833 billion. The policies applied to each type of business (micro, small and medium enterprises) have a negative impact on the number of micro business loans. In small businesses, this policy has no significant impact different from those of medium businesses that continue to grow positively.
Kata Kunci : Evaluasi Dampak, Difference In Differences, Manajemen Risiko Kredit dan UMKM.