Analisis Perubahan Orientasi Kebijakan ODA Jepang dari Merkantilis ke Agenda Penurunan Kemiskinan Tahun 2003: Perspektif Realisme Neoklasik
ANNISA MAULIA FAHMI, Prof. Dr. Mohtar Mas'oed
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALThe main purpose of this thesis is to find the cause of the change of Japan's Official Development Assistance (ODA) policy from its initial mercantile orientation to poverty reduction agenda. Japan began to become an ODA donor country since 1954 as a form of responsibility to pay the cost of war reparations. Japan's ODA, at that time, was known to have a mercantilist orientation. However, the Japan's ODA orientation changed to the poverty reduction agenda with the formal inclusion of poverty reduction agenda into Japan's ODA policy priority issues in the Japan's ODA Charter Revision in 2003. Therefore, this thesis will try to answer this question; What caused the change of Japan's ODA orientation from mercantilist to poverty reduction agenda in 2003? With neoclassical realism, this thesis tries to explain that the conditions of international environment and structures, in the form of Japan's membership in the Development Assistance Committee (DAC) and the agency's ODA agenda at the international level, and Japan's domestic political conditions, which influence the executive's assessment of foreign policy in Japan's efforts to adjust its ODA policy to the demands of international structure, contributed to the change of Japan's ODA orientation from mercantilist to poverty reduction agenda in 2003. In summary, there will be three focuses in the study. First the mercantilist orientation in Japan's ODA and criticism towards Japan's ODA. The second is the Development Assistance Committee (DAC) and ODA Agenda at the International Level. The third is domestic factor analysis that enabled the change of Japan's ODA orientation to the poverty reduction agenda in 2003.
Tujuan utama dari skripsi ini adalah untuk menemukan penyebab berubahnya orientasi kebijakan Official Development Assistance (ODA) Jepang dari orientasi awalnya yang merkantilis ke agenda penurunan kemiskinan. Jepang mulai menjadi negara pemberi ODA sejak tahun 1954 sebagai bentuk tanggung jawab untuk membayar biaya reparasi perang. ODA Jepang, pada masa itu, dikenal memiliki orientasi yang merkantilis. Namun terjadi perubahan orientasi ODA Jepang ke agenda penurunan kemiskinan dengan masuknya agenda penurunan kemiskinan secara formal ke dalam isu prioritas kebijakan ODA Jepang dalam revisi ODA Charter Jepang tahun 2003. Oleh karena itu, skripsi ini akan mencoba menjawab pertanyaan ini; Apa yang menyebabkan perubahan orientasi ODA Jepang dari merkantilis ke agenda penurunan kemiskinan di tahun 2003? Dengan realisme neoklasik, skripsi ini mencoba untuk menjelaskan bahwa kondisi lingkungan dan struktur internasional, berupa keanggotaan Jepang dalam Development Assistance Committee (DAC) serta agenda ODA badan ini di level internasional, dan kondisi politik domestik Jepang, yang memengaruhi penilaian eksekutif kebijakan luar negeri dalam upaya Jepang menyesuaikan kebijakan ODAnya dengan tuntutan struktur internasional, merupakan penyebab dari perubahan orientasi ODA Jepang dari merkantilis ke agenda penurunan kemiskinan di tahun 2003. Singkatnya, akan ada tiga fokus dalam penelitian. Pertama seputar orientasi merkantilis dalam ODA Jepang beserta kritik terhadap ODA Jepang. Kedua adalah Development Assistance Committee (DAC) dan Agenda ODA di Level Internasional. Ketiga adalah analisis faktor domestik yang memungkinan terjadinya perubahan orientasi ODA Jepang ke agenda penurunan kemiskinan di tahun 2003.
Kata Kunci : Jepang, Bantuan Pengembangan Resmi, Merkantilisme, Penurunan Kemiskinan.