VALUASI EKONOMI HUTAN MANGROVE DI DESA LUBUK KERTANG BRANDAN BARAT KABUPATEN LANGKAT
NATASHA DINDA, Suadi, S.Pi., M. Agr. Sc., Ph. D; Dr. Ir. Latif Sahubawa, M. Si
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU PERIKANANEkosistem mangrove berperan sangat penting bagi kepentingan lingkungan dan manusia, namun keberadaannya terus terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, pemanfaatan dan pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat serta menganalisis total nilai ekonomi (total economic value) dari masingmasing macam pemanfaatan sumberdaya hutan mangrove Desa Lubuk Kertang. Penelitian menggunakan sensus terhadap seluruh responden diantaranya yaitu nelayan, pembuat atap dari daun nipah, wisatawan serta pengelola ekowisata mangrove Lubuk Kertang. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan masyarakat dalam penanaman kembali ekosistem mangrove disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tingginya kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proyek rehabilitasi, batas-batas fisik yang jelas dan penegakan aturan, sistem pemantauan yang efektif dan mekanisme resolusi konflik yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total ekonomi di kawasan mangrove tersebut adalah sebesar Rp1.057.343.654/tahun, yang terdiri dari nilai manfaat langsung sebesar Rp601.077.437/tahun, nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp395.786.267/tahun, nilai manfaat pilihan sebesar Rp22.279.950/tahun dan nilai keberadaan sebesar Rp38.200.000. Pengelolaan mangrove berbasis masyarakat telah menjaga potensi nilai manfaat tersebut untuk tidak mengancam prubahan tata guna lahan.
Mangrove ecosystem plays an important role for socio-economic and environmental services. However, the rapid expansion of agricultural and plantation industrial activities challenged the sustainability of such ecosystem in Lubuk Kertang Village. This research aims to describe the potential of community-based to rehabilitate the degraded mangrove ecosystem and the economic benefit of such project for Lubuk Kertang villagers. The research was conducted using census methods for all respondents, including fishermen, handicraft makers, tourists, and the manager of the project. The study showed that the successful of community on replanting the mangrove ecosystem lead by various factors, including the high willingness of community to participate on rehabilitation project, clear physical boundaries and rule enforcement, effective monitoring system and better conflict resolution mechanism. The total economic value in the said mangrove area is Rp1.057.343.654/year, comprising of Rp601.077.437/year direct use value, Rp395.786.267/year indirect value, Rp22.279.950/year option use value, and Rp 38.200.000 existence value. The society-based mangrove management has preserved the potentials of the benefits value to not endanger the change of land use.
Kata Kunci : ekosistem mangrove, Lubuk Kertang , valuasi ekonomi