PERAN PENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM KETERLAMBATAN RUJUKAN MATERNAL (Studi Kualitatif di Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat)
VERAYANTI A B, Prof. Dr. Ova Emilia, M.Med. Ed., PhD., SpOG; Prof.dr.M.Hakimi, SpOG(K),PhD
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang : Tiga model keterlambatan dalam merujuk ibu ke fasilitas kesehatan rujukan merupakan determinan yang memiliki peran cukup besar dalam terjadinya kematian ibu. Secara adat budaya, sebagian besar masyarakat Sumba Barat menganut pola garis keturunan patrilinear. Faktor budaya inilah yang membatasi perempuan untuk mengambil keputusan seperti keputusan untuk menentukan tempat mendapatkan pelayanan kesehatan, merencanakan jumlah anak dan jarak kehamilan. Keterlambatan pertama dalam merujuk yang harus segara dicegah agar tidak menyebabkan keterlambatan berikutnya yaitu terlambat mengambil keputusan keluarga dan terlambat mengenali tanda bahaya dalam kehamilan yang berdampak pada kematian ibu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pengambil keputusan dalam keterlambatan rujukan maternal. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, menggunakan rancangan fenomenologis. Subjek penelitian sebanyak 5 kasus maternal yang mengalami keterlambatan rujukan di Puskesmas Padediwatu. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil : Pengambilan keputusan dalam merujuk didominasi oleh suami. Hambatan dalam proses rujukan yaitu tidak memiliki kendaraan, jarak yang jauh dan akses jalan yang sulit, status ekonomi rendah, dan tradisi masyarakat memiliki tingkat ketergantungan terhadap orang lain sehingga status kesehatan maternal yang mengalami komplikasi tidak menjadi hal yang prioritas bagi suami. Pekerjaan suami sebagai buruh tani dan pelaut yang membuat suami tidak berada di rumah/dekat dengan istri dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan rujukan maternal. Kesimpulan :Pengambilan keputusan dalam rujukan maternal masih menekankan pada budaya patrilinear sehingga suami memiliki peran yang sangat dominan dalam pengambilan keputusan rujukan maternal. Kata Kunci : three delay, pengambil keputusan, kematian ibu
Background: Three delays models in referring mother to health facility are the most important determinants in maternal mortality. Based on the culture in West Sumba, most of the people still follow patrilinear patrimony. This culture limiting women to make decisions such as the decision to determine where to get health services, plan the number of children and bird spacing. The first model should be immediately prevented from causing the next delay which is late in making a family decision and too late to recognize danger sign in pregnancy that affects maternal mortality. Purpose: The purpose of this study was to explored the role of decision makers in delayed maternal referrals. Methods: Qualitative research using phenomenological design on 5 mothers who experienced delay in referral at Padediwatu Primary Health Care. Data collected with in-depth interviews. Result: Decision maker in maternal referring was dominated by husband. Obstacles in the referral process such as not having a vehicle, long distances and difficult road access, low economic status, and the culture that depend on others so maternal health status with complications is not a priority for the husband. Husband's work as a farmer and sailor that keeps the husband away from home or near to his wife for long periods was affected the decision making process of maternal referral. Conclusion: Decision-making in maternal referrals still emphasizes patrilinier culture, husbands have a important role in making maternal referral decision. Keywords: three delay, decision maker, maternal mortality
Kata Kunci : three delay, pengambil keputusan, kematian ibu