PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN TERKAIT KONDISI KEMISKINAN DI KOTA YOGYAKARTA
Lina Adi Wijayanti, Prof.Totok Gunawan.M.S;Dr.Taufik Hery Purwanto.M.Si
2018 | Tesis | MAGISTER PENGINDERAAN JAUHKetidakseimbangan antara kebutuhan lahan untuk permukiman di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk menyebabkan kemunduran kualitas lingkungan sehingga perlu dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satun upaya utuk mengatasi masalah tersebut dapat dimulai dengan dengan memetakan kondisi lingkungan permukiman dan juga kondisi tingkat kemiskinan sehingga dapat diketahui kondisi persebarannya dan dapat menjadi bahan masukan untuk pengambilan kebijakan oleh pemerintah ataupun para pihak terkait. Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis yang sangat berkembang dapat dimanfaatkan untuk mengkaji masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengkajii tingkat akurasi parameter kualitas lingkungan permukiman yang disadap dari citra Quickbird. 2) Pemetaan sebaran spasial kondisi kualitas lingkungan permukiman terkait kemiskinan penduduk dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). 3) Menganalisis sebaran spasial kualitas lingkungan permukiman terkait kemiskinan penduduk. Tingkat kualitas lingkungan permukiman dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode pengharkatan berjenjang tertimbang dari beberapa parameter penentu kualitas lingkungan permukiman. Data mengenai parameter kualitas lingkungan permukiman diperoleh dari interpretasi visual citra penginderaan jauh dan pengamatan lapangan. Data mengenai tingkat kemiskinan diperoleh dari data sekunder jumlah penduduk miskin per kecamtan di Kota Yogyakarta. Beradasarkan analisis anatara kualitas lingkungan permukiman dan tingkat kemiskinan diketahui bahwa jumlah area permukiman yang memiliki kualitas baik dan tingkat kemiskinan rendah 84,89 Ha, jumlah area permukiman dengan kualitas lingkungan baik dan tingkat kemiskinan tinggi 506,90 Ha, jumlah area permukiman yang memiliki kualitas lingkungan permukiman buruk dan tingkat kemiskinan rendah 57,85 Ha, jumlah area permukiman yang memiliki kualitas lingkungan buruk dan tingkat kemiskinan tinggi 103,00 Ha, permukiman dengan kualitas lingkungan sedang dan tingkat kemiskinan sedang 519,34 Ha.
The imbalance between the need of land for settlements in urban areas with the population causes a deterioration in the environment quality. Therefore, a solution is required to solve the problem. One of the efforts to solve the problem can be started by mapping the condition of settlement environment and also the condition of poverty level so that the condition of its distribution can be known and can be an input for policy making by the government or related parties. The development of remote sensing technology and highly developed geographic information system can be utilized to examine such problem. The purpose of this research are: 1) to examine the accuracy level of the quality parameters of the settlement environment tapped from Quickbird image. 2) To map the spatial distribution of environmental quality condition of settlements related to population poverty with the help of Geographic Information System. 3) To analyze the spatial distribution of settlement's environmental quality related to the poverty of the population. The level of settlement environment quality in this study was obtained by using a balanced scoring method from several parameters determining the settlement environment quality. Data on the parameters of settlements' environmental quality is obtained from the visual interpretation of remote sensing imagery and field observation. Data on poverty rate is obtained from the secondary data of the number of poor people per kecamatan in Yogyakarta City. Based on the analysis of the settlement's environment quality and poverty level, it is known that the number of the settlement area which has good quality and low poverty level is 84.89 Ha, the number of settlement area with good environmental quality and high poverty level is 506,90 Ha, the number of settlement area with poor environmental quality and low poverty level is 57.85 Ha, the number of settlement area with poor environmental quality and high poverty level is 103.00 Ha, the number of settlement area with medium environmental quality and moderate poverty level is 519.34 Ha.
Kata Kunci : Kata Kunci: Kualitas lingkungan permukiman, Kemiskinana, SIG