PROSES ADOPSI PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN PADA REMAJA (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Proses Adopsi Program Pendewasaan Usia Perkawinan pada Siswa SMA Negeri 1 Srandakan Melalui PIK-R Wijaya Kusuma Pada Tahun 2017)
MILA SAVITRI, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIDalam kurun waktu 2012 hingga 2016, Bantul tercatat sebagai kabupaten dengan tingkat pernikahan dini tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi DIY, secara konsisten hampir 30% kasus pernikahan dini terjadi di Bantul dengan variasi jumlah yang cenderung stabil selama tujuh tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses adopsi inovasi program pendewasaan usia perkawinan di SMA Negeri 1 Srandakan dan mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambatnya. Untuk mendiskripsikan proses adopsi pada inovasi pendewasaan usia perkawinan secara mendalam melalui pengumpulan data yang selengkap-lengkapnya dari narasumber, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitan ini adalah adopsi program PUP di SMA Negeri 1 Srandakan dipercepat oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung PUP dan agent of change yaitu guru dan para pengurus aktif dari PIK Remaja Wijaya Kusuma dan media sosial tempat berjejaring dan berbagi dokumentasi kegiatan PIK Remaja dari seluruh Indonesia. Proses difusi inovasi melibatkan banyak pihak di lingkungan sekeliling adopter baik di sekolah dan di rumah untuk dapat diserap, keterbatasan penelitian ini hanya fokus pada proses adopsi inovasi PUP di lingkungan SMA Negeri 1 Srandakan, sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat memfokuskan diri pada lingkungan d luar SMA Negeri 1 Srandakan.
In between 2012 and 2016, Bantul is noted as the district with the highest level of early marriage in the Special Region of Yogyakarta. Compared to other districts in DIY Province, almost 30% of early marriage cases occurred in Bantul consistently with a variation of the number that tends to be stable for seven years. This research aims to determine the process of adoption on the innovation of maturing marriage age in SMA Negeri 1 Srandakan and identify supporting and inhibiting factors. To describe the process of adoption on the innovation of maturing marriage age in depth through the collection of data as complete as possible from the source, the researcher uses qualitative research methods with descriptive approach. The results of this research is PUP adoption program in SMA negeri 1 Srandakan accelerated by unsupported PUP conditions and agents of change which is the teachers and active organizer from PIK Remaja Wijaya Kusuma and social media as networking and sharing documentation of PIK Teenagers activities from all over Indonesia.The process of innovation diffusion involves many parties in the surroundings of adoptors both at school and at home in order to be absorbed. The limitations of this study only focus on the process of adoption PUP innovation in SMA Negeri 1 Srandakan environment, so subsequent research is expected to focus on environment outside SMA Negeri 1 Srandakan.
Kata Kunci : Pendewasaan Usia Perkawinan, Adopsi, Difusi, Inovasi, PIK Remaja Wijaya Kusuma Srandakan