Laporkan Masalah

Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan PDRB Per Sektor Per Kapita Antar Kecamatan di Kabupaten Sleman Tahun 2008-2014

M ANDI PURWOKO, Prof. Tri Widodo M.Ec.Dev, Ph.D.

2018 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pembangunan daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan menjadi kebijakan yang prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan daerah. Beberapa kecamatan dalam suatu kabupaten bisa memiliki konsentrasi sektor yang dominan dalam menghasilkan PDRB sehingga satu sama lain memiliki pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan yang bervariasi antar sektor di tiap kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan ekonomi dan menganalisis ketimpangan PDRB per kapita antarkecamatan di Kabupaten Sleman periode tahun 2008-2014. Dengan menggunakan data sekunder yang meliputi data PDRB, jumlah penduduk, dan PDRB per kapita kecamatan di Kabupaten Sleman, penelitian ini menggunakan alat analisis berupa Tipologi Klaassen, Indeks Williamson, Indeks Entropy Theil, Indeks Entropy Theil Between Group, Indeks Entropy Theil Within Group, dan regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah-daerah dalam keempat kuadran tipologi klaaseen memiliki variasi per sektornya sehingga memiliki ketimpangan yang berbeda antar kecamatan dalam per sektornya. Ketimpangan yang dihitung dengan indeks Williamson maupun indeks Entropy Theil menunjukkan bahwa sektor paling tinggi ketimpangannya adalah sektor pertambangan dan penggalian. Dengan perhitungan indeks Williamson diperoleh angka rata-rata selama 2008-2014 sebesar 0,9530089, sedangkan dengan indeks Entropy Theil diperoleh rata-rata sebesar 0,4863211. Ketimpangan paling rendah yaitu pada sektor bangunan dengan indeks Williamson rata-rata sebesar 0,1419875 dan indeks Entropy Theil rata-rata sebesar 0,0053380.

Regional development in accordance with the potential of the region concerned becomes a priority policy to achieve regional development objectives. Some sub-districts within a district can have a dominant sector concentration in generating GRDP so that each other has economic growth and imbalances varying between sectors in each kecamatan. This study aims to identify patterns of economic growth and analyze the per capita GDP per capita among sub-districts in Sleman regency for the period of 2008-2014. By using secondary data covering PDRB data, population, and PDRB per capita of sub-district in Sleman District, this research use analysis tools such as Klaassen Tipology, Williamson Index, Entropy Theil Index, Entropy Theil Between Group Index, Entropy Theil Within Group Index, and Multiple Linear regression. The results show that the areas in the four quadrants of Klaaseen typology have variations per sector so that they have different inequalities between sub-districts within each sector. Inequality calculated by Williamson index and Entropy Theil index shows that the highest sector of inequality is the mining and quarrying sector. By calculation of Williamson index obtained the average number during 2008-2014 amounted to 0.9530089, whereas with Entropy Theil index obtained an average of 0.4863211. The lowest inequality is in the building sector with Williamson index average of 0.1419875 and the average Entropy Theil index of 0.0053380.

Kata Kunci : ketimpangan, pertumbuhan, Tipologi Klaassen, Indeks Williamson, Indeks Entropy Theil, Indeks Entropy Theil Between Group, Indeks Entropy Theil Within Group, regresi linier berganda

  1. S2-2018-402164-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402164-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402164-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402164-title.pdf