KAJIAN TINGKAT KERUSAKAN LAHAN AKIBAT PENAMBANGAN MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN DI DAERAH SEMIN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DONI ARDIANSYAH, Dr. Wawan Budianta
2018 | Tesis | MAGISTER TEKNIK GEOLOGIKegiatan pertambangan seringkali menimbulkan dampak kerusakan terhadap lahan. Kerusakan lahan yang terjadi dapat dipantau dari waktu ke waktu, sehingga dapat dikendalikan dan ditanggulangi. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Semin, khususnya Desa Candirejo dan Desa Karangsari adalah daerah yang banyak terdapat kegiatan penambangan serta berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Oleh karena itu, kajian mengenai sejauh mana tingkat kerusakan lahan yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan di wilayah tersebut, menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji tingkat kerusakan lahan di daerah penelitian dengan metode tanpa pembobotan, 2) Mengkaji tingkat kerusakan lahan di daerah penelitian dengan metode pembobotan yaitu menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP), 3) Membandingkan tingkat kerusakan lahan yang diolah menggunakan metode tanpa pembobotan dan metode pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode yang digunakan adalah metode tanpa pembobotan dan AHP terhadap beberapa parameter yang sebagian besar berdasar pada SK Gubernur Yogyakarta Nomor: 63 Tahun 2003 adapun paramater yang diamati adalah 1) Sifat batuan penyusun tebing galian, 2) Tingkat retakan batuan 3) Pengambilan dan pengelolaan Top Soil, 4) Kedalaman galian/tinggi dinding, 5) Batas kemiringan tebing galian, 6) Waktu reklamasi 7) Besarnya Erosi, dan 8) Alur sungai/sedimentasi. Tingkat kerusakan dibagi menjadi tiga berdasarkan nilai indikator kerusakan lahannya, yaitu 1) Baik (1,00-1,66), 2) Sedang (1,67 � 2,33), 3) Rusak (2,34 � 3,00). Total lokasi tambang yang diamati berjumlah 81 lokasi tambang. Berdasarkan perhitungan dengan metode tanpa pembobotan, terdapat 21 lokasi tambang yang termasuk dalam kategori Baik, 60 lokasi tambang termasuk dalam kategori Sedang. Berdasarkan perhitungan dengan metode AHP, terdapat 10 lokasi tambang yang termasuk dalam kategori Baik, 68 lokasi tambang termasuk dalam kategori Sedang, dan 3 lokasi tambang dalam kategori Rusak. Perhitungan menggunakan metode AHP cenderung memberikan nilai indikator kerusakan lahan yang lebih tinggi, rata-rata sebesar 0,11 poin.
Mining activities often cause damage to land. Damage to the land can be monitored from time to time, so it can be controlled and solved. This research was conducted in Semin area, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. Semin Region, especially Candirejo Village and Karangsari Village is a region with many mining activities and is adjacent to Sukoharjo Regency and Wonogiri Regency, Central Java. Therefore, a study of land damage level caused by mining activities in the area is important. The purpose of this research is 1) To assess the level of land damage in the research area with the method without weighting, 2) To assess the level of land damage in the research area by weighting method using Analytic Hierarchy Process (AHP), 3) Comparing the level of damage using methods without weighting and weighting method of Analytic Hierarchy Process (AHP). The method used is method without weighting and AHP to some parameters with mostly reference to the Decree Governor of Yogyakarta Number: 63 Year 2003 while the parameters observed are 1) rock character, 2) Fracture level 3) Taking and managing Top Soil. 4) Depth of excavation / height of the wall, 5) Limit of slope of excavation, 6) Reclamation time, 7) Erosion, 8) River flow / sedimentation. The level of land damage is divided into three based on its damaged indicator value, 1) Good (1.00-1.66), 2) Medium (1.67 - 2.33), 3) Damaged (2.34 - 3.00). Total Mine sites observed is 81 mine sites. Based on calculations using without weighting methods, there are 21 mine sites included in the Good category, 60 mine sites included in the Medium category. Based on calculations using AHP method, there are 10 mine sites included in the Good category, 68 mine sites included in Medium category, and 3 mine sites in the Damaged category. Calculations using the AHP method tend to provide a higher value of land damage indicator, on average by 0.11 points.
Kata Kunci : Land damage, Semin, Rock Mining, Gunungkidul, No weighting, AHP