BERKEMBANGNYA GERAKAN BURUH MIGRAN INDONESIA DI HONG KONG
ANJANI TRI FATHARINI, Dr. Dafri Agussalim, M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTesis ini membahas mengenai gerakan buruh migran Indonesia di Hong Kong yaitu Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) untuk melihat mengapa gerakan ini dapat berkembang di Hong Kong. Gerakan buruh migran Indonesia di Hong Kong menarik untuk diteliti karena selama ini bahasan mengenai isu buruh migran asal Indonesia banyak memfokuskan pada mereka sebagai pihak yang rentan. Pandangan mengenai buruh migran sebagai pihak yang rentan tersebut mendorong penulis untuk melihat dari sisi yang berbeda, ditambah dengan masih sedikitnya literatur mengenai gerakan buruh migran Indonesia. Penulis menggunakan kerangka berpikir yaitu contentious politics untuk membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, JBMI dapat berkembang karena faktor di luar gerakan, maupun dalam gerakan itu sendiri. Berdasarkan dimensi-dimensi dalam political opportunity structure, dapat dilihat bahwa pusat kekuasaan di Hong Kong yaitu pro-demokrasi dan pro-Beijing membuat gerakan ini dapat menyasar pada pusat kekuasaan yang ada, adanya keterbukaan terhadap aktor baru, tersedianya sekutu potensial, hingga keluasaan untuk menekan rezim yaitu kebebasan berserikat, hari libur dan ruang berkumpul. Kedua adalah gerakan BMI di Hong Kong dapat berkembang dikarenakan adanya kesadaran dari buruh migran yang didorong oleh pengalaman yang mereka alami, kemudian di dukung oleh aktivis Filipina dan peran inspirator yakni Eni Lestari yang berpidato di PBB. Kemudian untuk mengajukan tuntutan, JBMI menggunakan aksi di yang berbasis di lapangan. Selain itu, para buruh migran juga melakukan tampilan-tampilan seni dan budaya yang ikut meramaikan aksi maupun menjadikan hal itu sebagai simbol dari aksi mereka.
This thesis aims to explain about the reason why Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) as an Indonesian migrant workers movement have developed well in Hong Kong. Indonesian migrant workers movement in Hong Kong is interesting topic because literature about migrant workers from Indonesia frequently explain about their vulnerability. This research tryng to approach through different perspective, by explaining Indonesian migrant workers capability to fight for their own sake. The theoretical framework in this research is contentious politics. JBMI have developed well in Hong Kong because of two factors, Hong Kong political situation and awareness of the migrant worker itself. First, based on the dimensions of political opportunity structure, can be seen that there are two centers of power (pro-democracy and pro-Beijing) in Hong Kong, it openness to new actors, the availability of allies, and facilitates collective claim (freedom to associate, holiday and public spaces availabilities). Second, Indonesian migrant workers in Hong Kong aware for making claims of Indonesia and Hong Kong government as the result of their own experiences, support from Filiphina activist, and the struggle of Eni Lestari that become one of the speaker in United Nations High Summit of Migrant and Refugee issues in 2016. JBMI makes claim by performing such field action like demonstration and petition. Moreover, JBMI also perform an art and culture as the characteristic of their actions.
Kata Kunci : Indonesian Migrant Workers Movement, JBMI, Hong Kong Political System, Political Opportunity Structure