Laporkan Masalah

FERTILITY DETERMINANTS IN SUDAN: ANALYSIS OF MULTIPLE INDICATOR CLUSTER SURVEY, THE 2014 SUDAN

HASSAN, MUSTAFA ELNAGI ELSAMANI , Dr. Sukamdi, M.Sc.; Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A.

2018 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Laporan menunjukkan Sudan terus mengalami angka kelahiran yang tinggi. Faktor yang menjadi penyebabnya yaitu faktor langsung (proximate) dan tidak langsung (underlying) yang telah diteliti dengan baik dalam berbagai kajian di seluruh dunia. Di Sudan terdapat kurangnya informasi tentang kedua faktor di atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat, pola, dan faktor-faktor apa yang memengaruhi angka kelahiran di Sudan. Analisis dilakukan berdasarkan data dari Sudan Multiple Indicators Cluster Survey (SMICS) pada tahun 2014, yang mewakili secara nasional. Survei yang dilakukan SMICS mengambil sampel 18302 wanita yang berusia 15-49 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan model Bongaarts, tabulasi silang, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang seseorang seperti tingkat pendidikan, tingkat kesejahteraan, tempat tinggal (kota atau desa), provinsi, dan wilayah memiliki peran penting untuk mengurangi angka kelahiran di Sudan. Fokus menyusui setelah melahirkan mempunyai pengaruh terbesar untuk mengurangi angka kelahiran di Sudan, (30,7 persen atau 4,7 kelahiran), diikuti oleh pernikahan (25,5 persen atau 4,2 kelahiran), dan penggunaan alat kontrasepsi (7,8 persen atau 1,2 kelahiran). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara tingkat pendidikan, kesejahteraan, dan tempat tinggal. Artinya peningkatan pendidikan seseorang, terutama ke jenjang pendidikan tinggi, meningkatnya kesejahteraan, dan hidup di perkotaan terlihat mempunyai pengaruh besar mengurangi angka kelahiran di Sudan. Selain itu, ada perbedaan angka kelahiran di setiap wilayah dan provinsi yang berhubungan dengan pembangunan sosial dan ekonomi di daerah tersebut. Oleh karena itu, untuk mengelola angka kelahiran di Sudan, kebijakan dan program dari pemerintah harus mempertimbangkan aspek pernikahan, fokus menyusui setelah melahirkan, penggunaan alat kontrasepsi, tingkat pendidikan, dan tingkat kesejahteraan. Tanpa intervensi pemerintah yang terarah, mengelola pertumbuhan penduduk akan terus menjadi tantangan di Sudan.

Sudan has continuously reported high fertility rates. While the influence of both underlying and proximate determinants is well documented in various studies worldwide, there’s a lack of information on their influence on fertility in Sudan. Therefore, this study was aimed to examining the levels, patterns, and determinants of fertility in Sudan. The analyses were based on 2014 Sudan Multiple Indicators Cluster Survey (SMICS) data. The SMICS data is nationally representative data. The survey sampled 18302 women across the country, collecting information on females aged 15-49 years. The analysis was based on the Bongaarts Fertility Differentials Model, Cross-tabulation, and Descriptive Analysis. Results showed that background determinants such as education level, wealth status, place of residence, state and region of residence play a significant role in fertility reduction in Sudan. Postpartum infecundability has the largest effect in reducing fertility in Sudan (30.7% or 4.7 birth) followed by marriage (27.5% or 4.2 birth) and contraceptive (7.8% or 1.2 birth). The findings of study shown that significant differences between education, wealth, and place of residence. This means that the increase in education, especially higher education, improve the wealth status and living in urban areas seem to have a great influence toward fertility reduction in Sudan. Also, it agreed that there is a regional fertility differential associated with social and economic development in the different region and states. Therefore, in order to manage fertility in Sudan, policies and programmes should consider the effects of marriage, postpartum infecundity, contraception, education, and wealth on fertility. Without such targeted interventions, managing and maintaining population growth will remain a challenge in Sudan.

Kata Kunci : Fertility, Marriage, Postpartum infecundability, Contraception, Education, Wealth

  1. S2-2018-406821-abstract.pdf  
  2. S2-2018-406821-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-406821-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-406821-title.pdf