Laporkan Masalah

Apology Strategies Found in No Ordinary Family

YOZA HENDRAWAN, Thomas Joko Priyo Sembodo, S.S., M.A.

2018 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak tutur permintaan maaf yang digunakan dalam serial drama komedi fiksi berjudul No Ordinary Family. Penelitian ini didasarkan pada jenis strategi permintaan maaf dan sistem kesopanan bersamaan dengan aspek tingkatan pelanggaran. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ungkapan yang mengandung strategi permintaan maaf. Data strategi permintaan maaf diklasifikasi dan dianalisis dengan menggunakan teori strategi permintaan maaf yang dikemukakan oleh Cohen dan Olshtain (1981). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada 80 ungkapan yang mengandung strategi permintaan maaf. Strategi Expression of Apology merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh karakter dengan 54 (67.5%) data. Kemudian, sebagai realisasi tindak tutur, data dikelompokkan dalam dua aspek, hubungan peserta percakapan dan tingkat keparahan pelanggaran. Data hubungan peserta percakapan diklasifikasi menggunakan sistem kesopanan yang dikemukakan oleh Scollon dan Scollon (1995) dan data keparahan pelanggaran diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan pelanggaran yang dikemukakan oleh Kasper dan Shoshana Blum-Kulka (1993). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Solidarity Politeness System adalah keadaan yang paling umum terjadi pada serial ini dimana 75% (60) data diucapkan, dan strategi ini menunjukkan berbagai bentuk strategi sebagai respons terhadap tingkat pelanggaran menengah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan karakter dalam serial ini untuk menggunakan strategi Expression of Apology sebagai permintaan maaf mungkin karena strategi ini adalah strategi permintaan maaf langsung, dan para karakter ini mungkin ingin meyakinkan pendengarnya bahwa karakter ini menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Sementara itu, permintaan maaf yang terjadi pada Solidarity Politeness System lebih beragam dibandingkan dengan yang terjadi pada sistem kesopanan lainnya. Namun, berbagai bentuk permintaan maaf ini hanya terjadi dalam kaitan dengan pelanggaran menengah. Hal ini mungkin berhubungan dengan tidak adanya jarak sosial antara pembicara dan pendengar.

This research aims to investigate the apologies used in a science fiction comedy-drama TV series entitled No Ordinary Family. The analyses are based on types of apology strategies and politeness system along with the aspect of offence levels. The data used in this research are utterances containing apology strategies. The data of apology strategies are classified and analyzed using the theory apology strategies proposed by Cohen and Olshtain (1981). The result shows that there are 80 utterances containing apology strategies. Expression of apology strategy is the most frequent strategy used by the characters with 54 (67.5%) data. Then, as a realization of speech acts, the data are classified into two aspects, relationship of the participants of the conversation and severity of the offense. The data of relationship of the participants are classified using the term of politeness system proposed by Scollon and Scollon (1995) and the data of severity of the offense are classified using the degree of severity of the offense proposed by Kasper and Shoshana Blum-Kulka (1993). The result shows that solidarity politeness system is the most common circumstance present in the series where 75% (60) of the data are uttered, and these strategies show various forms of apology strategies in response to medium offenses. Based on the findings, it is concluded that the tendency of the characters in the series to use the expression of apology to apologize might because it is the direct strategy, and they might want convince their hearers that these characters offer sincere apologies. Meanwhile, the apologies occurring within the solidarity politeness system are more various compared with those occurring in the other politeness systems. However, these various forms of apologies only occur in relation to medium offenses. This may relate to the absence of social distance between the speakers and the hearers.

Kata Kunci : speech acts, apology strategies, politeness system, degree of severity / tindak tutur, strategi permintaan maaf, sistem kesopanan, tingkat keparahan

  1. S1-2018-329052-abstract.pdf  
  2. S1-2018-329052-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-329052-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-329052-title.pdf