IKLIM KREATIF SEBAGAI MODERATOR HUBUNGAN ANTARA INTELIGENSI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA SISWA
YUNI KARTIKA, Prof. Dr. Thomas Dicky Hastjarjo
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIStudi psikologi mengenai kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk peningkatan sumber daya manusia. Inteligensi merupakan merupakan salah satu kemampuan bawaan individu yang menjadi pondasi penting untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim kreatif sebagai moderator hubungan antara inteligensi dan kemampuan berpikir kreatif. Subjek penelitian ini berjumlah 223 (134 perempuan dan 89 laki-laki) yang merupakan siswa siswi sekolah Negeri dan Swasta di Yogyakarta. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan dalam penelitan diantaranya Tes Kreativitas Verbal (TKV) yang dikembangkan oleh Munandar, Culture Fair Intelligence (CFIT) yang dikembangkan oleh Cattel dan skala iklim kreatif. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menemukan bahwa inteligensi secara signifikan memprediksi kemampuan berpikir kreatif (r=0,324, p<0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 10,5% sedangkan iklim kreatif tidak terbukti sebagai moderator pada hubungan antara inteligensi dan kemampuan berpikr kreatif. Penelitian ini juga mendukung teori threshold yang mengungkapkan bahwa tidak dibutuhkan kecerdasan tinggi untuk menjadi kreatif.
The psychological study of creativity an essential to human progress. Intelligence is the innate ability of the individual that becomes a foundation to develop creative thinking ability. The study aims to determine the creative climate as a moderator relationship between intelligence and creative thinking ability. In a sample of 223 students in general and private students from Yogyakarta. For the study, Verbal Creativity Test (TKV) developed by Munandar, Culture Fair Intelligence Test (CFIT) developed by Cattel and Creative Climate Questionnaire was used for data collection. The results were analyzed by Moderated Regression Analysis. The result revealed that intelligence significantly predicted creative thinking ability (r= 0,324, p<0,01) with a contribution about 10,5%. The creative climate was not proven as moderator in the relationship between intelligence and creative thinking ability. This result also supports the theory of threshold which shows that there was no need for high intelligence to be creative.
Kata Kunci : berpikir kreatif, inteligensi, iklim kreatif