DESAIN MANAJEMEN KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH LIAR DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG BERDASAR ANALISIS PEMODELAN
GEBYAR ANDYONO, Prof. Dr. Ir. Djoko Marsono; Dr. Ir. Ronggo Sadono; Dr. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc.
2018 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEHUTANANGajah sebagai satwa liar yang terancam punah tidak terlepas dari konflik antara manusia dan satwa tersebut. Konflik ini terjadi di Pulau Sumatra sebagai habitat Gajah Sumatra di Indonesia. Taman Nasional Way Kambas sebagai salah satu habitatnya tidak terlepas dari konflik ini. Demi keberlangsungan satwa Gajah Sumatra ini dibutuhkan strategi model pengelolaan mitigasi konflik antara manusia dan gajah. Pemodelan pengelolaan mitigasi konflik antara manusia dan gajah berdasarkan pendekatan terhadap tiga dimensi yaitu sumber daya, institusi, dan manusia. Dimensi sumber daya akan dibahas melalui pendekatan spasial yaitu terhadap perubahan penutupan lahan di kawasan dan di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas. Dimensi institusi akan dibahas melalui pendekatan dinamika kelembagaan dan hubungan antar stakeholder. Dimensi manusia akan dibahas melalui pendekatan toleransi dan persepsi masyarakat terhadap keberadaan gajah liar dan konflik yang ditimbulkannya. Ketiga dimensi tersebut akan dilakukan pemodelan untuk mendapatkan skenario terbaik bagi mitigasi konflik antara gajah dan manusia di Taman Nasional Way Kambas. Hasil yang didapat untuk dimensi sumber daya adalah perubahan terbesar pada penutupan lahan pada kawasan penyangga adalah kenaikan kelas penutupan lahan sawah dan pemukiman. Perubahan penutupan lahan di dalam kawasan terbesar pada penurunan kelas hutan primer dan naiknya hutan rawa dan hutan sekunder. Perubahan penutupan pemukiman mengakibatkan tekanan terhadap kawasan dan dapat menyebabkan konflik antara gajah dan manusia. Hasil pada dimensi institusi adalah identifikasi 11 stakeholder yang terlibat dalam mitigasi konflik yang menunjukkan kapasitas dan kapabilitas yang baik. Hasil untuk dimensi manusia adalah adanya indikasi landasan kognitif berpikir masyarakat desa-desa penyangga yang dapat menerima keberadaan gajah liar. Hasil untuk pemodelan untuk skenario terbaik berturutan adalah variabel perbaikan habitat, variabel kebijakan lahan, dan program kompensasi yang disertai dengan pendidikan-penyuluhan. Variabel yang perlu diperhatikan berturutan untuk menghasilkan output terbaik adalah variabel degradasi-fragmentasi habitat, disusul variabel tolerance dan akses.
The endangered Sumatran Elephant is threatened due to the conflict among the elephant and human. This conflict happened in Sumatra Island mainly in Way Kambas National Park as one of the Sumatran-elephant habitat in Indonesia. The modeling strategy of mitigation conflict management is needed to resolve the conflict among the elephant and human. The modeling strategy of mitigation conflict management among the elephant and human applied an approach considering the three dimensions; Resource, Institution and Human. The Resource dimension investigated through a land-cover analysis around Way Kambas National Park territory. The institutional dimension applied the institutional dynamic approach and relation along with the stakeholders. The human dimension analyzes through the social- tolerance approach and society perception for the existence of the wild-elephant and the conflict produced. The three dimensions variable need to be considered to obtain the best scheme for the mitigation conflict among the elephant and human in Way Kambas National Park. The result which is gained for the Resource Dimension is the escalating class of agriculture and human settlements. This alteration arose as the land- cover adjustment in the biggest area on the decreasing of coverage primary forest area and the rising of marsh forest-cover as well as the secondary forest. The alteration of settlement-closing influenced a pressure toward the region and created conflict among the elephant and human. From the Institutional Dimension, the verified data has shown 11 stakeholders inside the mitigation conflict among the elephant and human in Way Kambas National Park which indicate good capacity and capability. The result of Human Dimension has found some indicates of positive attitude from the community to accept the wild- elephant existence. The modeling scheme conveyed a good result in succession of mitigation conflict among wild-elephant and human in Way Kambas National Park for some variables, such as; habitat restoration, land policies, and some programs along with the educational counseling. The paramount variable need to be considered to produce the best output conflict among the elephant and human is the Degradation Variable- Habitat Fragmentation, then Tolerance Variable and Access
Kata Kunci : Gajah Sumatra, Taman Nasional Way Kambas, Mitigasi konflik