Geologi Pengembangan Wilayah Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
YUSUF RAKHMANTO, Dr. Wawan Budianta, S.T., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIKecamatan Karangmojo yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta banyak dijumpai wisata alam yang mengakibatkan alih fungsi tata guna lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan yang ada yang berakibat bisa merusak lingkungan dan penurunan kualitas lahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui zona pengembangan wilayah dan arahan penggunaan lahan yang ada. Pembuatan zona pengembangan wilayah dilakukan dengan cara pengumpulan data sekunder dan pengambilan data primer di lapangan dan dilakukan pembagian kelas dan dilakukan analisa metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk menentukan bobot masing-masing parameter dan konsistensi pembobotannya. Bobot hasil dari metode digunakan untuk penyusunan zona pengembangan wilayah menggunakan tumpang tindih peta pada perangkat lunak ArcGIS. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bawah zona pengembangan wilayah di Kecamatan Karangmojo dibagi menjadi zona sangat mampu dan zona tidak mampu dikembangkan.. Arahan pengembangan wilayah terdiri dari Kawasan Lindung meliputi Kawasan Sempadan Sungai, Kawasan Hutan Lindung dan Kawasan Budidaya meliputi Kawasan Pemukiman, Kawasan Pertanian dan Perkebunan.
Karangmojo is a district located in Gunungkidul Regency which has a lot of natural tourism potential. This condition can possibly cause shifting of the land use function which is no longer suitable with the existing land capability, then causing natural damage and land quality degradation. The objective of this research is to define the regional development zone dan the direction of existing land use. Regional development zone establishment was dine by collecting secondary data and picking up primary data from field and then class division execution and analysis using AHP (Analytic Hierarchy Process) method to determine every parameter weight and the weighting consistency. Weight result from this method used to regional development zone organization which using overlaying map within ArcGis software. Based on analysis, regional developmemt zone in Karangmojo district is divided into very able to developed zone and unable to developed zone. The direction of regional development consists of protecred area including Sempadan river region, protected forest region, and cultivation region, such as residential, agriculture, and plantation area.
Kata Kunci : pengembangan wilayah, arahan pengembangan wilayah, metode AHP