PENGARUH PELATIHAN TANGGAP BENCANA TERHADAP KETERAMPILAN KESIAPSIAGAAN PELAJAR SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI BENCANA DI DESA KEMADANG, TANJUNGSARI, GUNUNGKIDUL
DIMAS S E W S, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D; Sutono S.Kp., M.Sc., M.Kep
2018 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Kabupaten Gunungkidul, salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berisiko tinggi mengalami gempa bumi, banjir, tsunami, tanah longsor, kebakaran hutan, gelombang ekstrem, dan kekeringan, termasuk Desa Kemadang, di Kecamatan Tanjungsari. Di berbagai kejadian bencana, anak-anak mengalami penderitaan yang berat akibat ketidakmampuan dan ketergantungan terhadap orang dewasa. Perhatian dalam hal peningkatan kesiapsiagaan belum dilakukan pada kelompok ini. Kelompok pelajar sekolah dasar sebagai populasi rentan bencana di Desa Kemadang belum pernah mendapatkan pendidikan kesiapsiagaan bencana mengenai banjir dan tanah longsor sementara Desa Kemadang berisiko mengalami bencana. Pendekatan pendidikan yang berbeda perlu dilakukan kepada anak agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pelatihan tanggap bencana banjir dan tanah longsor terhadap keterampilan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi bencana. Metode: Desain penelitian pre post quasi eksperimental dilakukan kepada pelajar yang berasal dari dua sekolah di Desa Kemadang. Pelajar dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol yang diikutsertakan dalam pelatihan tanggap bencana. Hasil: 24 pelajar sekolah dasar kelas 4,5 dan 6 yang dipilih melalui stratified random sampling terlibat sebagai responden penelitian, masing-masing 12 untuk setiap kelompok. Keterampilan pelajar diidentifikasi melalui simulasi keterampilan bencana sebelum dan sesudah pelatihan dengan menggunakan lembar observasi. Kedua kelompok pelajar mengalami peningkatan nilai rerata keterampilan pada 21 item kesiapsiagaan bencana bencana dan tanah longsor. Jumlah pelajar yang melakukan keterampilan pada kelompok intervensi lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol, sementara signifikansi p=0,004 ditemukan pada kelompok kontrol berdasarkan analisis statistik paired t test. Kesimpulan: Pelatihan tanggap bencana berpengaruh terhadap keterampilan kesiapsiagaan bencana pelajar sekolah dasar di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.
Background: Gunungkidul Regency, as one of the area in Special Region of Yogyakarta, Indonesia at high risk of earthquake, flood, tsunami, landslide, haze, extreme wave, and drought. Kemadang, a village of Gunungkidul regency in Tanjungsari subdistrict have similar risks. Various catastrophic disaster events affect children to suffer more due to survival incompetency and dependence on adults. Concerns in enhancing children disaster readiness was inadequate in this vulnerable group. Primary school students in Kemadang village never been participate in disaster readiness training while they are at risk of disaster. Different educational approaches need to be implemented as children improve their knowledge and skills. Objectives: To identify the influence of disaster response training on flood and landslide toward students' skills in coping with disaster. Methods: A pre post quasi experimental research design performed to students from two schools in Kemadang village. Students classified into intervention and control group, both participate in disaster response training. Results: 24 elementary school students grades 4,5 and 6 selected through stratified random sampling distributed into 2 groups, 12 for each group. Disaster readiness skills measurement using pre- and post- training in a disaster simulation. Both groups of students observed on 21 flood and landslide disaster readiness skills items. Acumulative students skills performance higher in intervention than control group, while the significance p = 0.004 discovered in the control groups. Conclusion: Disaster response training influences elementary students’ disaster readiness skills in Kemadang Village, Tanjungsari, Gunungkidul.
Kata Kunci : banjir, keterampilan kesiapsiagaan bencana, pelajar sekolah dasar, pelatihan tanggap bencana, tanah longsor